Scroll untuk membaca artikel
Senin, 16 Januari 2023 | 07:37 WIB

Pupuk Indonsia Tindak Distributor hingga Kios Yang Jual Harga Pupuk Di Atas HET.

ARR Vaujie M
Pupuk Indonsia Tindak Distributor hingga Kios Yang Jual Harga Pupuk Di Atas HET.
Lahan Tanaman Padi di Banjarnegara (Suara.com/Citra Ningsih)

TANTRUM - Badan Usaha Milik Negara PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 1,45 juta ton atau setara 194 persen dari ketentuan stok minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Jumlah stok pupuk bersubsidi diyakini mampu memenuhi kebutuhan selama beberapa minggu ke depan sesuai aturan yang berlaku. Per 13 Januari 2023 Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi 150.635 ton secara nasional dengan rincian 100.312 ton urea dan 50.324 ton NPK.

Stok pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu urea dan NPK dengan rinciannya 992.791 ton urea dan 462.937 ton NPK atau masing-masing tercatat 188 persen dan 203 persen dari ketentuan pemerintah.

Pada tahun 2023 pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi Rp2.250/kilogram untuk pupuk urea, Rp2.300/kilogram untuk NPK, dan Rp3.300/kilogram untuk pupuk NPK dengan formula khusus kakao.

Baca Juga:Status Waspada, BPBD Wonosobo Imbau Wisatawan di Dieng Antisipasi Gas Beracun

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menegaskan, pihaknya tidak segan menindak tegas distributor hingga kios yang terbukti menjual harga pupuk di atas HET. 
 
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat khususnya petani untuk segera melaporkan jika melihat praktik jual beli pupuk tidak sesuai aturan yang berlaku kepada Pupuk Indonesia melalui nomor layanan pelanggan 0800-100-8001 atau WhatsApp 0811-9918-001,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simhultan), menggarap lahan maksimal dua hektare, dan menggunakan Kartu Tani (untuk wilayah tertentu).

Wijaya menjelaskan  petani dapat menebus pupuk bersubsidi pada kios-kios resmi yang telah ditentukan. Saat ini,  pupuk bersubsidi fokus pada dua jenis yaitu urea dan NPK.

Kedua jenis pupuk bersubsidi itu diperuntukkan bagi sembilan komoditas pertanian strategis yang berdampak terhadap inflasi yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi.

Wijaya mengatakan pihaknya memberikan kemudahan bagi petani dalam menebus pupuk bersubsidi, salah satunya melalui pengembangan sistem Aplikasi Rekan.

Baca Juga:Pesawat Yeti Airlines Jatuh di Nepal, 68 Orang Meninggal Dunia

Aplikasi itu diperuntukkan bagi kios-kios dengan tujuan mempercepat kios melakukan penjualan, pencatatan baik secara ritel maupun komersial.

"Aplikasi ini terintegrasi dengan sistem digital milik Kementerian Pertanian,” ujar Wijaya Laksana.

Berita Terkait

Tag

terpopuler

Korporasi

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda