Scroll untuk membaca artikel
Senin, 02 Januari 2023 | 15:31 WIB

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Bank Data Kesehatan Individu

ARR Vaujie M
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Bank Data Kesehatan Individu
Warga memindai QR Code PeduliLindungi di kawasan CFD tempatnya di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

TANTRUM - Pemerintah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022. Pencabutan tersebut mulai 30 Desember 2022, sehingga penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah tempat umum pun tidak lagi diwajibkan.

Nantinya, aplikasi ini akan digunakan sebagai bank data kesehatan individu yang juga dapat dimanfaatkan untuk melihat kesehatan populasi dalam platform Satu Sehat.

"Nanti PeduliLindungi kita transformasikan ke platform Satu Sehat, di mana teman-teman yang punya bisa pakai, fungsinya bukan hanya vaksin dan scanning saja, tapi bisa tahu imunisasi anak yang sudah kita pakai apa saja, cek darah di laboratorium, general check up masuk, sampai video, CT scan, MRI masuk," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Presiden Jakarta pada Senin.

Menurut Budi Gunadi, pemerintah sedang menyusun sistem pemerintahan berbasis elektronik melalui platform Satu Data Indonesia yang berisi data kesehatan, keuangan, sosial hingga sumber daya alam.

Baca Juga:Nagita Slavina Beberkan Prinsipnya Pertahankan Pernikahan dengan Raffi Ahmad

"Kami adalah subsektor, dibuat sistem teknologi namanya "Satu Sehat", bagian dari Satu Data. Kami diberikan deadline sampai 2023 agar semua fasilitas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, laboratorium, harus terintegrasi datanya ke Satu Sehat supaya bisa dimanfaatkan masyarakat," tambah BUdi Gunadi.

Artinya, kata Budi Gunadi, bila masyarakat membeli obat di apotek, data pembelian obat akan masuk ke Satu Sehat.

"Misalnya, pakai Apple atau Samsung Watch sudah langsung terintegrasi dan jadi milik individu, sekarang kan dimiliki fasilitas kesehatan. Nanti jadi milik individu, sehingga kalau dia sakit bisa share data ke dokter dan dokter bisa lihat record-nya seperti apa, wah rajin lari nih, jantungnya sehat, tapi beli obat di apotek untuk sakit perut," jelas Budi.

Ia menegaskan, dengan memiliki rekaman data kesehatan pasien langsung dari pasien tersebut, harapannya dokter jadi lebih cepat tahu penyakit pasien tersebut.

"Ini bisa digunakan oleh pemda, dinas kesehatan untuk memahami populatian health, kesehatan populasi di level desa, kecamatan, kabupaten kota, sehingga intervensinya lebih pas, spesifik berbasis data, efektif dan efisien," katanya.

Baca Juga:Mahasiswa Wajib Tahu, 5 Kegiatan yang Bermanfaat untuk Mengisi Liburan Semester Kamu

Rencananya Satu Sehat selesai pada akhir 2023 dan tahun 2024 tinggal memanfaatkan.

Berita Terkait

Tag

terpopuler

Polhukam

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda