Scroll untuk membaca artikel
Senin, 14 November 2022 | 11:57 WIB

CEO Tesla Motors Elon Musk Pakai Batik Sulteng

ARR Vaujie M
CEO Tesla Motors Elon Musk Pakai Batik Sulteng
B20

TANTRUM - KTT Bussiness 20 (B20) yang merupakan forum dialog resmi G20 mewakili komunitas bisnis global belangsung di Bali, Indonesia.

CEO Tesla Motors Elon Musk, yang menjadi salah satu pembicara,  mengenakan batik dari Sulawesi Tengah.

Namun, sayang Elon hanya berbicara secara virtual dalam KTT Bussiness 20 (B20) pada Senin (14/11).  Elon Musk dijadwalkan untuk hadir secara fisik dalam rangkaian KTT G20, termasuk di antaranya KTT B20.

Namun, karena banyaknya urusan yang tak bisa ditinggalkan di negaranya, Musk batal mengunjungi Indonesia dan memilih berpartisipasi secara daring.

Baca Juga:Arti Logo Keketuaan Indonesia di ASEAN Pada 2023

"Beban kerja saya sedang meningkat akhir-akhir ini," kata Musk.

Pemilik beberapa lini bisnis seperti kendaraan listrik Tesla, bisnis transportasi luar angkasa SpaceX, dan baru-baru ini juga membeli salah satu platform media sosial, Twitter, dikabarkan tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.

Indikasi tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan yang menemui Musk di pabrik Tesla di Austin, Texas, AS, pada April lalu.

Dari pertemuan itu, Luhut mengatakan Indonesia sudah memiliki non disclosure agreement (NDA) dengan Tesla mengenai perkembangan rencana investasi. Namun hingga kini rencana tersebut belum berhasil terwujud.

Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Anindya Bakrie yang mewawancarai Musk menjelaskan bahwa kemeja batik berwarna hijau tua itu diterbangkan hampir 15.000 kilometer dari Indonesia ke Amerika Serikat, khusus untuk Musk.

Baca Juga:Indonesia Ingin Jadi Pusat Investasi Ekonomi Biru

“Terima kasih, ini bagus, saya menyukainya,” kata Musk, yang hadir secara virtual saat KTT B20 di Nusa Dua, Bali dikutip Suara.com.

Anindya memberitahu Musk bahwa batik yang dipakainya berasal dari sebuah desa kecil di Sulawesi Tengah yang memiliki banyak cadangan nikel, dan menginginkan untuk menjadi taman industri rendah karbon dengan pemanfaatan energi bersih.

“Jadi mungkin suatu hari Anda akan tertarik untuk berkunjung ke sana,” kata Anindya.

Berita Terkait

Tag

terpopuler

Trand

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda