Ridwan Kamil: Guncangan Pandemi COVID-19 Bikin Lahir Batin Hidup Kita Berubah

Saat bertemu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Ridwan Kamil mengatakan pandemi COVID-19 telah mengguncang dan mengubah kehidupan.

ARR Vaujie M
Selasa, 09 Agustus 2022 | 01:57 WIB
Ridwan Kamil: Guncangan Pandemi COVID-19 Bikin Lahir Batin Hidup Kita Berubah
Penandatanganan perjanjian kerja antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. (Humas Jabar)

TANTRUM - Sektor pariwisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi tema dalam kerja sama antara Pemerintah Daerah Povinsi Jawa Barat dan Pemda Provinsi Sumatera Barat.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Auditorium Istana Gubernur, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (07/08/2022).

Ridwan Kamil menyampaikan beberapa poin terkait pentingnya jalinan kerja sama ini demi menciptakan ekonomi kreatif dan koneksi antar wilayah yang semakin membaik.

Ia menuturkan pula tantangan besar terkait tiga guncangan global yang perlu diantisipasi,  yang akan mengubah kebiasaan seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman.

Baca Juga:Pengacara Bharada E Sebut Kliennya dalam Keadaan Baik dan Aman

"Guncangan pertama terkait pandemi COVID-19, lahir batin hidup kita berubah. Suka tidak suka kita dipaksa. Maka dari itu, yang namanya guncangan adalah perubahan yang dipaksa. Ibarat kita sedang nyaman duduk dipaksa berdiri. Pandemi juga begitu," kata Ridwan Kamil.

Guncangan kedua adalah berkembangnya era digital. Menurut Kang Emil, sapaan akrabnya, 80 juta lapangan pekerjaan akan hilang digerus zaman karena perubahan tersebut.

"Semua yang rutin akan hilang oleh mesin, itu rumusnya. Sejumlah profesi akan hilang oleh artificial intelligence. Misal untuk memberi makan ikan, itu juga akan hilang oleh yang namanya IOT (Internet of Things). HP (handphone) tinggal saya pijit bisa menggantikan orang yang jalan kaki." ujarnya.

Berikutnya guncangan ketiga, pemanasan global, yaitu adanya kondisi cuaca yang semakin panas, dataran tinggi seiring berjalannya waktu akan tenggelam ditelan air laut, juga banyaknya sampah plastik yang berserakan hampir di mana-mana.

"Jawa Barat sudah kehilangan 800 hektare, sebagian tanah di utara sudah jadi laut karena kita nyaman hidup boros karbon," ucap Kang Emil.

Baca Juga:Kronologi Mobil Pick Up Masuk Jurang di Cibeureum Ciamis, 7 Orang Tewas

"Boros karbon itu pakai mobil bahan bakarnya masih bensin, makanya saya sudah mulai menggunakan mobil listrik. Saat ini pun listrik masih dari batu bara, tapi suatu hari listrik dari tenaga matahari dan air," tambahnya.

Menurut Kang Emil ketiga guncangan tersebut jangan disepelekan karena pergerakannya perlahan namun akan menenggelamkan.

"Ini pelajaran. Oleh karena itu berdaganglah dengan sesama kita, itu poin saya. Jangan terlalu bangga ekspor ke China. Kunci dari kerja sama adalah informasi. Saya tidak tahu apa yang dibutuhkan Sumbar. Begitu pula sebaliknya, Sumbar tidak hafal apa yang Jawa Barat butuhkan kalau tidak ada informasi," tuturnya.

Ia berharap dengan kerja sama di sektor  pariwisata dan UMKM ini akan mendorong perkembangan ekonomi kreatif.

"Jadi poin saya, kita sebagai yang Allah takdirkan sebagai pengambil keputusan mengatur negara ini. Ingat ada guncangan-guncangan yang tidak kelihatan bisa cepat atau pun perlahan. Kalau kita tidak siap mengubah diri, ya kita akan ketinggalan," pungkasnya.

Makro

Terkini

Mantan pemain Persib dan komunitas bobotoh menggelar doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan, Malang. Legenda Persib, Djajang Nurjaman, juga hadir dalam doa bersama.

Polhukam | 20:16 WIB

Dari keenam tersangka tersebut, dua diantaranya polisi yang memerintahkan penembakan gas air mata untuk ke arah suporter Arema.

Polhukam | 15:51 WIB

Apple juga meminta pengguna itu untuk menandatangani sebuah dokumen yang menyatakan bahwa ia setuju untuk bungkam tanpa menceritakan kisahnya pada siapapun

Korporasi | 13:05 WIB

Motor jenis bobber ini dinamakan RKG 5000

Korporasi | 12:45 WIB

Tercatat, hingga 2 Oktober 2022, berdasarkan data LKPP, total ada 1,34 juta produk yang tayang di katalog elektronik dengan rincian 811.466 produk di e-katalog nasional

Korporasi | 11:51 WIB

Penetapan jadwal baru terus dilakukan secara proaktif sehubungan dengan penundaan konser Justin Bieber Justice World Tour 2022 Jakarta.

Trand | 10:52 WIB

Java tea experience digelar oleh Pemerintah Jabar di ajang WJIS 2022

Polhukam | 08:31 WIB

Pada ULDS 2022 kali ini, 12 tim akan bertanding memperebutkan gelar juara dan total prizepool Rp20 juta. Turnamen ini digelar online dan dapat disaksikan langsung melalui kanal YouTube UniPin Gaming.

Trand | 08:27 WIB

Berdasarkan laporan harian produksi sampai dengan 3 Oktober 2022 jumlah produksi gula total 280.824 ton dengan rendemen diproyeksikan di atas tujuh persen.

Korporasi | 07:44 WIB

Status kedua gunung api tersebut masih level II atau waspada

Polhukam | 07:23 WIB

Idris juga mengingatkan dengan tegas lembaga ataupun perusahaan untuk selalu memperhatikan bangunan mereka agar tidak terjadi peristiwa serupa.

Metropolitan | 16:08 WIB

Kabar duka datang dari MTsN 19 Jakarta di bilangan CIlandak, Jakarta Selatan. Tiga siswa meninggal dunia akibat tertimpa tembok sekolah yang roboh karena tergerus air banjir.

Metropolitan | 15:25 WIB

Penanganan banjir menjadi salah satu pekerjaan berat yang belum selesai dikerjakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Metropolitan | 13:05 WIB

pemberitahuan tilang hanya dikirimkan melalui pesan SMS dari sistem tilang elektronik, tidak melalui pesan WhatsApp

Metropolitan | 11:12 WIB

Pengusahan asal Batam yang dikenal sebagai Haji Permata tewas ditembak saat diburu tim Bea Cukai atas dugaan penyelundupan rokok ilegal

Metropolitan | 08:58 WIB

Denise Chariesta beropini cara Nikita Mirzani agar tetap populer adalah dengan mengomentari permasalahan orang lain.

Gosip | 23:10 WIB

Hasil visum KDRT Lesti Kejora juga jadi berita pilihan hari ini.

Gosip | 22:36 WIB

Kendati begitu, Baim Wong belakangan sadar apa yang dilakukan adalah sebuah kesalahan.

Gosip | 21:27 WIB

Perempuan berusia 26 tahun itu menceritakan pengalamannya terjun di industri porno tersebut dan mengaku masih kerap merasa takut.

Gosip | 20:50 WIB

Di momen lamaran, Jess No Limit memberikan kalung pada Sisca Kohl.

Gosip | 20:31 WIB
Tampilkan lebih banyak