Selain Bongkar Trik Gus Samsudin, Pesulap Merah Kini Buka-bukaan Soal Jenglot

Setelah sebelumnya berseteru karena membongkar trik Gus Samsudin, kini Pesulap Merah membongkar jenglot yang kerap digunakan oleh para dukun.

ARR Vaujie M
Sabtu, 06 Agustus 2022 | 06:07 WIB
Selain Bongkar Trik Gus Samsudin, Pesulap Merah Kini Buka-bukaan Soal Jenglot
Marcel Radhival alias Pesulap Merah (YouTube Denny Sumargo)

TANTRUM - Pesulap Merah alias Marcel Radhival terus melakukan pemongkaran pada trik-trik yang dilakukan seseorang yang mengaku dukun. Setelah sebelumnya berseteru karena membongkar trik Gus Samsudin, kini Pesulap Merah membongkar jenglot yang kerap digunakan oleh para dukun.

Jenglot diklaim bisa mendatangkan keberuntungan dan penolak bala bagi yang memilikinya. Namun ternyata jenglot yang digunakan para dukun abal-abal hanyalah sebuah benda yang menggunakan alat sehingga bisa menyala atau bergerak.

Hal itu dibongkar Pesulap Merah saat diundang menjadi tamu di podcast Denny Sumargo baru-baru ini.

Awalnya Pesulap Merah membongkar beberapa trik dan alat-alat yang biasa digunakan di dunia perdukunan, seperti keris, jenglot, tuyul, santet dan sebagainya.

Baca Juga:General Adaptation Syndrome atau GAS dan Tahapannya

Ia mengungkapkan jika alat-alat tersebut hanyalah alat biasa yang tidak memiliki kekuatan. Salah satunya jenglot.

Pesulap merah juga menunjukkan jenglot dengan beragam posisi, yaitu posisi duduk, berdiri, hingga ada juga yang versi aslinya, yaitu campuran dari kelelawar yang dikeringkan.

Jenglot yang kerap digunakan oleh para dukun biasanya akan terlihat menyala dan membuat orang-orang semakin percaya, bahwa di dalamnya memang ada hal ghaib. Bahkan ada juga jenglot yang ketika dipencet keluar darah.

"Kalau yang duduk ini, biasanya pakai tisu ditutupin, biar gak terlalu kelihatan, seolah-olah ada yang nyala dari dalam tisunya," ungkap Pesulap Merah, dikutip dari suara.com.

Padahal sebenarnya ada tombol tersembunyi yang terletak di bagian paha jenglot.

Baca Juga:Di Surabaya, Le Minerale Melanjutkan Kampanye Ekonomi Sirkular The Rising Tide

Pesulap Merah mengatakan, jenglot yang asli terbuat dari kelelawar yang dikeringkan. Sementara rambutnya berasal dari rambut di salon.

"Kalau giginya biasanya berasal dari kuku ayam, diamplas seperti itu. Itu aslinya," kata Pesulap Merah.

Menurut Marcel, jenglot sebenarnya memang ada dan digunakan hanya sebagai pajangan, seperti action figure.

Tetapi, kata Pesulap Merah, jenglot dan alat-alat lainnya justru banyak digunakan untuk hal yang kurang baik.

"Bilangnya penolak bala, mendatangkan rezeki. Dan banyak yang percaya," ujarnya.

Polhukam

Terkini

Batu Mahpar tersebut diduga bukan dari bekas larva Gunung Galunggung

Trand | 13:09 WIB

Sebelumnya Lucinta Luna pamer selfie bareng Ruben Onsu

Trand | 11:11 WIB

Kabar Tasyi Athasyia unfollow Tasya Farasya heboh di Tiktok

Trand | 10:08 WIB

Sebelumnya Verrell Bramasta diisukan gay

Trand | 09:52 WIB

Kira-kira berapa harga Oppo Reno 8, yuk cek di bawah ini

Korporasi | 08:46 WIB

Tessa Kaunang yang meninggal dunia itu Genesy Kaunang

Polhukam | 08:07 WIB

SoftBank berinvestasi pada GoTo, eFishery, dan Modalku melalui unit Vision Fund.

Korporasi | 07:42 WIB

Keunggulan lain yang ditawarkan ponsel Realme adalah ukuran baterainya yang besar yaitu 5.000 mAh.

Trand | 07:04 WIB

Hujan itu berintensitas sedang hingga lebat

Polhukam | 06:55 WIB

Yang dilakukan pelapor dengan menggunakan instrumen negara atau penegak hukum jelas sebagai upaya hostile take over.

Polhukam | 06:46 WIB

Ada beragam template Twibbon HUT RI di laman Twibbonize yang bisa Anda gunakan

Trand | 06:39 WIB

Apabila kalian mengalami masalah dan membutuhkan solusi, cara yang cukup ampuh adalah dengan melakukan aktivitas mandi pagi dengan menggunakan air dingin.

Trand | 06:11 WIB

Meski sudah 77 tahun merdeka, namun kemerdekaan itu belum dirasakan puluhan murid SDN Sukagalih di Jalan Ariawiratanudatar KM 1, Desa Mekargih, Kecamatan Cikalongkulon.

Polhukam | 05:03 WIB

Dishub disebut sebagai pembina lalu lintas. Dishub Jabar pun diminta untuk bergairah melaksanakan tugasnya.

Makro | 04:02 WIB

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI menggelar acara pencegahan hepatitis bertajuk "Mendekatkan Akses Pengobatan Hepatitis Karena Hepatitis Tidak Dapat Menunggu."

Trand | 02:55 WIB
Tampilkan lebih banyak