Minyak Makan Merah sebagai Alternatif Pencegahan Stunting

Minyak makan merah sendiri merupakan inovasi minyak sawit yang berpotensi digunakan sebagai pangan fungsiona

ARR Vaujie M
Kamis, 07 Juli 2022 | 14:17 WIB
Minyak Makan Merah sebagai Alternatif Pencegahan Stunting
Sekretariat Presiden

TANTRUM - Presiden Joko Widodo meninjau proses penelitian minyak makan merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Kampung Baru, Kota Medan, pada Kamis, 7 Juli 2022.

Minyak makan merah sendiri merupakan inovasi minyak sawit yang berpotensi digunakan sebagai pangan fungsional dalam membantu pencegahan stunting atau kekerdilan dari masyarakat.

“Minyak makan merah ini tidak hanya bisa berfungsi untuk menggoreng, tapi bisa juga untuk suplemen untuk membantu masyarakat kita dari stunting karena nilai gizi dari minyak makan merah ini sangat besar dibanding dengan minyak goreng yang beredar di pasaran," ujar Kepala PPKS, Edwin Lubis.

Menurut Edwin, keunggulan dari minyak makan merah tersebut terletak pada nilai gizi dan kandungan pro-vitamin A dan E yang lebih tinggi dari minyak goreng pada umumnya. Dalam pengolahannya, Edwin menyebut, PPKS menggunakan teknologi sederhana dengan mempertahankan nutrisi di dalamnya. 

Baca Juga:Jokowi Bagikan Bansos dan Beli Dagangan Asongan Rp 200 Ribu di Patisah Medan

"Keunggulan dari minyak makan merah ini adalah gizi atau kandungan vitamin A dan vitamin E lebih tinggi karena kita mengutamakan nutrisi dalam pengolahannya," lanjutnya. 

Edwin menjelaskan, produksi minyak makan merah ini dapat dikembangkan oleh koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena nilai investasi yang lebih kecil dibandingkan pabrik minyak goreng komersial. Selain itu, Edwin menyebut biaya logistik dari produksi minyak makan merah ini juga kecil. 

"Ini diharapkan dibangun di sentra atau di daerah-daerah pedesaan sehingga pasti akan lebih murah karena biaya logistiknya bisa dikatakan tidak ada," tambahnya. 

Edwin menuturkan, edukasi dan sosialisasi tentang manfaat minyak makan merah perlu dilakukan kepada masyarakat karena adanya perbedaan warna dengan minyak goreng pada umumnya. Ia pun juga meminta dukungan semua pihak untuk membantu menyosialisasikan produk inovasi yang dapat menjadi salah satu solusi dalam pemenuhan gizi bagi masyarakat Indonesia. 

"Tentunya harapan kami dukungan seluruh stakeholder untuk menyosialisasikan minyak makan merah ini," ungkapnya.

Baca Juga:Holding BUMN Pangan ID FOOD Sediakan Pom Minyak Goreng di Pasar Tradional

Makro

Terkini

Polri menyetop penyidikan laporan dugaan pelecehan seksual ke Putri Candrawathi dan ancaman pembunuhan

Polhukam | 12:50 WIB

Grup yang beranggotakan Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa ini akan kembali meramaikan dunia musik.

Trand | 12:12 WIB

Setelah Jaksa menilai berkas telah lengkap, Kepolisian akan menyerahkan Roy Suryo kepada Kejaksaan untuk mengikuti persidangan.

Polhukam | 11:46 WIB

Tim inspektorat khusus telah menetapkan 31 orang personel Polri melanggar prosedur dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Pol. Ferdy Sambo1

Polhukam | 11:07 WIB

5 ramalan The Simpsons di masa lalu yang terjadi di dunia nyata

Trand | 10:04 WIB

Berperan sebagai Nani, Ariel Tatum akan menjadi istri dari anggota Densus 88 bernama Aji, yang diperankan Nicholas Saputra

Trand | 09:43 WIB

Nathalie Holscher telah resmi bercerai dengan Sule pada Rabu (10/8).

Trand | 09:09 WIB

Upacara pengukuhan 54 anggota Paskibraka Jabar ini digelar di Aula Barat Gedung Sate

Polhukam | 08:55 WIB

Aktris Anne Heche dikabarkan mengalami kecelakaan parah saat mengendarai mobil

Trand | 08:11 WIB

Hujan itu akan turun antara siang hingga dini hari

Polhukam | 07:10 WIB

IPW peroleh informasi dugaan DPR terima suap dari Ferdy Sambo

Polhukam | 06:49 WIB

Dari 40 parpol yang mendaftar, 24 parpol berkas pendaftaran dinyatakan lengkap dan 16 parpol sedang dalam proses periksaan.

Polhukam | 06:33 WIB

Harga BBM naik akan dilakukan jika pemerintah sudah tidak kuat menahan harga minyak mentah dunia

Korporasi | 06:11 WIB

Kejadian di Magelang diduga asa muasal rencana pembunuhan Brigadir J

Polhukam | 05:56 WIB

Usai sebelumnya memeriksa Ferdy Sambo

Polhukam | 05:15 WIB
Tampilkan lebih banyak