Penggunaan Ganja Medis Harus Berbasis Bukti Klinis

Proses riset tersebut harus meliputi berbagai tahapan termasuk pengumpulan jurnal-jurnal ilmiah yang sudah ada untuk dijadikan referensi, analisis data, hingga tahap uji klinis.

ARR Vaujie M
Selasa, 05 Juli 2022 | 09:02 WIB
Penggunaan Ganja Medis Harus Berbasis Bukti Klinis
suara.com

TANTRUM - Ramai dibicarakan seorang ibu bernama Santi Warastuti asal Sleman, Yogyakarta, beserta anaknya Pika yang mengidap "cerebral palsy" atau gangguan yang memengaruhi kemampuan koordinasi tubuh seseorang, melakukan aksi damai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta pada Car Free Day (CFD), Minggu, 26 Juni 2022.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengatakan, penggunaan ganja medis saat ini masih memerlukan pengkajian atau riset yang mendalam guna memastikan keamanan dan keselamatan pasien.

Proses riset tersebut harus meliputi berbagai tahapan termasuk pengumpulan jurnal-jurnal ilmiah yang sudah ada untuk dijadikan referensi, analisis data, hingga tahap uji klinis.

"Kita harus benar-benar mengkaji ini karena setiap apa pun yang diberikan kepada kita, apalagi yang sifatnya medicine, pasti akan ada namanya efek samping dan itu tetap harus jadi perhatian kita," kata Adib di Jakarta, Senin, 4 Juli 2022.

Baca Juga:Industri Petrokimia Butuh Pasokan Gas

Ia menegaskan, obat baru harus berbasis pada bukti klinis. Sehingga, perlu dikaji apakah obat tersebut dapat dijadikan sebagai obat utama, obat pendukung yang diberikan bersamaan dengan obat lain, atau obat alternatif jika pengobatan sebelumnya tidak berhasil.

"Ini yang harus kita pahami karena dalam penatalaksanaan sebuah penyakit itu ada yang namanya golden standard, mana yang harus kita obati dan mana pengobatannya. Semuanya melewati proses berbasis bukti," jelas Adib.

Adib mengatakan, DI siap berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan untuk berkolaborasi membuat satu kajian ilmiah mengenai ganja medis sehiingga membuat satu kajian based on research mengenai ini.

"Tapi yang paling penting, tentunya pengobatan-pengobatan yang sudah menjadi golden standard pun harus kita lakukan. Saya kira nanti kita juga bisa libatkan para pakar, seperti pakar farmakologi untuk melakukan pengkajian ini," ungkapnya.

Polhukam

Terkini

PT KAI juga terus membukukan kinerja EBITDA yang positif yakni sebesar Rp 2,078 triliun atau tumbuh signifikan jika dibandingkan periode semester I 2021 sebesar Rp548 miliar.

Korporasi | 14:42 WIB

Warganet kerap menyimpan dan berkomentar aneh di Instagramnya

Trand | 14:05 WIB

UMKM yang menyumbangkan 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional memiliki peran penting dalam peta ekonomi digital Indonesia.

Korporasi | 13:50 WIB

DuckDuckGo diklaim menjadi mesin pencari alternatif penjaga data privasi

Korporasi | 13:11 WIB

Nantinya, para peserta akan menggunakan uang virtual sebesar masing-masing Rp100 juta untuk melakukan trading saham

Korporasi | 12:40 WIB

Alasan higienis, es campur itu dihangatkan

Trand | 12:08 WIB

Total aset BUMN mencapai Rp 9.000 triliun pada 2021 atau sekitar 53 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Korporasi | 11:39 WIB

Netizen alias warganet tanyakan keaslian sertifikat dukun yang siap lawan pesulap merah

Trand | 10:05 WIB

Anda harus mengenali gejala awal penyebab sakit lutut kaki

Trand | 09:55 WIB

Mesin pencari benama DuckDuckGo ini diklaim dapat menjaga data privasi penggunanya

Korporasi | 09:11 WIB

Ada yang mirip buah iblis di anime One Piece

Trand | 08:51 WIB

Ada rumor yang beredar bahwa Jung So Min sebagai pemeran utama wanita akan digantikan oleh Go Yoon Jung.

Trand | 07:42 WIB

Aksi Gus Samsudin itu membuat netizen emosi

Polhukam | 06:11 WIB

Ajudan istri Ferdy Sambo disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Polhukam | 05:54 WIB

Salah satunya adalah arsenik

Trand | 04:43 WIB
Tampilkan lebih banyak