Karyawan TikTok China Bisa Akses Data Pengguna

Akses data pengguna oleh karyawannya diakui oleh TikTok

ARR Vaujie M
Selasa, 05 Juli 2022 | 13:57 WIB
Karyawan TikTok China Bisa Akses Data Pengguna
suara.com

TANTRUM - Beberapa karyawan TikTok di China dapat mengakses informasi dari penggunanya di Amerika Serikat, seperti video hingga komentar.

Itu diakui oleh CEO TikTok, Shou Zi Chew. Chew mengklaim kalau seluruh data itu tidak dibagikan ke pemerintah China dan memiliki tingkat kontrol keamanan ketat, seperti diberitakan Phone Arena, dicuplik dari suara.com, Selasa, 5 Juli 2022.

Chew juga menambahkan informasi yang dapat diakses oleh karyawan di luar AS bersifat tidak sensitif. Berbagi informasi ini dilakukan demi membantu memastikan interoperabilitas global.

Tanggapan Chew ini sekaligus menjawab tuduhan senator AS yang mengatakan kalau para karyawan TikTok di China dapat mengakses data pengguna AS.

Baca Juga:BMKG Prediksi Pesisir Pantai Padang Dilanda Gelombang Tinggi Hingga 2 Hari ke Depan

Chew juga menuding kalau informasi tersebut juga dibagikan ke pemerintah China.

Tanggapan Chew justru menimbulkan lebih banyak kritik dari anggota parlemen AS terkait kebijakan berbagi data TikTok.

"Tanggapan TikTok menegaskan ketakutan kami tentang pengaruh Partai Komunis China. di perusahaan itu. Perusahaan yang dikelola China seharusnya sudah bersih sejak awal, tetapi berusaha menutupi pekerjaannya secara rahasia," kata Senator dari Partai Republik AS, Marsha Blackburn.

"Orang Amerika perlu tahu jika mereka menggunakan TikTok, apakah pemerintah Komunis China dapat menyimpan informasi mereka," tambah Marsha.

Konflik TikTok dengan AS ini pertama kali mencuat ketika seorang pejabat Federal Communication Commission (FCC) Amerika Serikat meminta Google dan Apple untuk menghapus TikTok dari toko aplikasi.

Baca Juga:Heboh Disangka Mayat Mengambang di Sungai Kotor, Ternyata Lelaki Tua Lagi Meditasi

Mereka diberikan tenggat waktu hingga 8 Juli untuk merespons permintaan tersebut. Belum jelas apa alasan FCC AS meminta platform video pendek asal China itu dihapus dari App Store maupun Google Play Store.

Tapi surat FCC menuding kalau TikTok bukanlah aplikasi video pendek, melainkan alat pengawas canggih milik pemerintah China.

"Pada intinya, TikTok berfungsi sebagai alat pengawas canggih yang mengumpulkan sejumlah besar data pribadi dan sensitif," kata Brendan Carr selaku Komisaris FCC dalam suratnya, dikutip dari 9to5Mac, Jumat (1/7/2022).

Surat Carr juga menyebutkan kalau TikTok mengumpulkan semua data seperti history pencarian, pengenalan biometrik seperti sensor wajah, hingga rekaman suara.

Aplikasi milik ByteDance itu juga dituding mengumpulkan data lokasi, draf pesan dan metadata, serta teks, foto, hingga video yang disimpan dalam perangkat pengguna.

"Oleh karena itu, saya meminta anda (Google dan Apple) untuk menerapkan tulisan dari kebijakan toko aplikasi anda ke TikTok dan menghapusnya dari toko aplikasi anda karena tidak mematuhi persyaratan tersebut," ujar Carr.

Korporasi

Terkini

Dalam keyakinan Jawa, Khodam leluhur pada dasarnya diwariskan dari para tetua (pendahulu) kepada keturunannya.

Trand | 22:34 WIB

Salah satu tersangkanya, yakni Hanifah Husein istri dari mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ferry Mursyidan Baldan.

Polhukam | 21:57 WIB

Mahfud MD menjelaskan tugas Menko Polhukam usai dituding sebagai menteri komentator oleh DPR

Polhukam | 21:24 WIB

Penanganan suatu tindak pidana oleh aparat hukum tertama Polri seharusnya dilakukan secara hati-hati terhadap subjek pelaku tindak pidana.

Polhukam | 19:26 WIB

Karya Gugum Gumbira antara lain Tari Daun Pulus, Tari Serat Salira dan Tari Kameutmeut

Polhukam | 19:21 WIB

Matahari kehilangan energi bersamaan kehilangan massa

Trand | 17:37 WIB

Asbes pemicu kanker diduga ada dalam kandungan bedak bayi Johnson

Polhukam | 16:14 WIB

Buntut dari kasus pembunuhan Brigadir Yosua

Polhukam | 15:47 WIB

Kim Seokjin alias Jin menyibukan diri dengan profesi barunya sebagai karyawan

Trand | 15:04 WIB

Tea set yang hampir mirip dengan milik Raffi Ahmad dibanderol seharga sekitar Rp19 juta di situs resmi Hermes

Trand | 14:52 WIB

Salman Rushdie adalah penulis yang pernah dikecam oleh dunia Muslim karena dianggap menghina Nabi Muhammad

Polhukam | 13:32 WIB

Dittipidum Bareskrim Polri telah menggugurkan laporan dugaan pelecehan yang dilaporkan oleh Putri Candrawathi

Polhukam | 12:41 WIB

Kanker paling umum keenam yang terjadi pada wanita

Trand | 12:05 WIB

Virus polio ini menyebar diam-diam di antara orang-orang yang tidak divaksinasi

Polhukam | 11:46 WIB
Tampilkan lebih banyak