Haruskah Handuk Sering Dicuci ? Ini Penjelasannya

Handuk bisa jadi sumber infeksi penyakit

ARR Vaujie M
Minggu, 03 Juli 2022 | 13:49 WIB
Haruskah Handuk Sering Dicuci ? Ini Penjelasannya
suara.com

TANTRUM -  Mencuci handuk kamar mandi beberapa kali per minggu bisa mencegah infeksi bakteri.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa handuk kamar mandi terkena sejumlah besar bakteri yang menyebabkan penyakit, seperti escherichia coli (E.coli) dan salmonella.

Beberapa strain bakteri ini dapat menyebabkan penyakit diare atau infeksi aliran darah.

E.coli ditemukan di sejumlah besar handuk yang dijadikan sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa handuk tersebut mungkin lebih dari yang dikira.

Baca Juga:Samsung Siapkan Prosesor 3nm untuk Penambangan Bitcoin

Sementara sebagian besar infeksi E.coli ringan dan tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius, beberapa jenis dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Menyuplik dari Suara, komplikasi yang terkait dengan bakteri termasuk sindrom uremik hemolitik ini bisa menyebabkan gagal ginjal dan kematian.

Sindrom uremik hemolitik terjadi ketika sel darah merah menyala dan menahan sistem kontrol ginjal.

Beberapa tanda peringatan awal termasuk warna kulit yang pucat, ermasuk hilangnya warna merah muda di pipi dan di dalam kelopak mata bawah, sesak napas dan memar yang tidak dapat dijelaskan.

Beberapa penelitian menunjukkan handuk mungkin menyimpan lebih banyak kuman daripada yang ditemukan di dalam toilet, yang memiliki sekitar 295 bakteri per inci persegi.

Baca Juga:Pesan Megawati untuk Kader PDIP Sumbar: Anda Tak Sendiri, Kita Menyatu di Bawah Panji-panji Nasionalis Soekarnois

"Handuk basah adalah tempat berkembang biaknya bakteri, ragi, jamur, dan virus. Hadnuk yang kotor bisa menyebabkan jamur kuku, gatal di selangkangan, kutu air, dan kutil," kata WebMD dikutip dari Express.

Karena itu harus mengganti dan mencuci handuk setidaknya seminggu sekali untuk menghindari infeksi bakteri tersebut. Pastikan handuk juga selalu dikeringkan.

"Cuci handuk lebih sering ketika Anda sakit," katanya.

Jock itch adalah kondisi jamur yang menyebabkan kulit merah dan gatal di area tubuh yang hangat dan lembab. 

Kondisi ini paling umum terjadi di selangkangan dan paha bagian dalam dan berbentuk seperti cincin.

Sementara penyakit jamur dapat menyerang siapa saja, ini kemungkinan besar mempengaruhi individu dengan kulit kering yang mungkin mendapat manfaat dari mencuci handuk lebih sering.

Risiko terbesar juga datang dari luka atau lecet atau kulit kering, yang memungkinkan mikroba masuk ke sistem tubuh.

“Kuman pada pakaian dan handuk bisa berasal dari tubuh kita sendiri. Kita semua memiliki bakteri di permukaan kulit kita, di hidung dan di usus kita," jelas NHS.

Kuman ini seringkali tidak berbahaya, tetapi beberapa dapat menyebabkan infeksi, terutama pada orang dengan masalah kulit dan luka.

Handuk basah adalah tempat berkembang biaknya MRSA, strain Staphylococcus aureus yang kebal antibiotik.

Trand

Terkini

Air mungkin dibawa ke Bumi oleh asteroid dari tepi luar tata surya

Polhukam | 12:08 WIB

Ibu Negara menggunakan pakaian asal Buton Sulawesi Tenggara.

Polhukam | 11:11 WIB

Baju yang dikenakan Presiden Jokowi berupa jubah panjang warna merah dengan ornamen putih di sepanjang pinggiran jubah.

Polhukam | 09:23 WIB

Kondisi itu terjadi apabila klub Liga Primer tersebut menjual Cristiano Ronaldo

Polhukam | 09:10 WIB

800 orang telah mendaftar sebagai peserta Tour de Bintan

Polhukam | 09:08 WIB

Kira-kira berapa harga Oppo Reno 8, yuk cek di bawah ini

Korporasi | 08:46 WIB

Tessa Kaunang yang meninggal dunia itu Genesy Kaunang

Polhukam | 08:07 WIB

SoftBank berinvestasi pada GoTo, eFishery, dan Modalku melalui unit Vision Fund.

Korporasi | 07:42 WIB

Hujan itu berintensitas sedang hingga lebat

Polhukam | 06:55 WIB

Yang dilakukan pelapor dengan menggunakan instrumen negara atau penegak hukum jelas sebagai upaya hostile take over.

Polhukam | 06:46 WIB

Ada beragam template Twibbon HUT RI di laman Twibbonize yang bisa Anda gunakan

Trand | 06:39 WIB

Apabila kalian mengalami masalah dan membutuhkan solusi, cara yang cukup ampuh adalah dengan melakukan aktivitas mandi pagi dengan menggunakan air dingin.

Trand | 06:11 WIB

Meski sudah 77 tahun merdeka, namun kemerdekaan itu belum dirasakan puluhan murid SDN Sukagalih di Jalan Ariawiratanudatar KM 1, Desa Mekargih, Kecamatan Cikalongkulon.

Polhukam | 05:03 WIB

Dishub disebut sebagai pembina lalu lintas. Dishub Jabar pun diminta untuk bergairah melaksanakan tugasnya.

Makro | 04:02 WIB

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI menggelar acara pencegahan hepatitis bertajuk "Mendekatkan Akses Pengobatan Hepatitis Karena Hepatitis Tidak Dapat Menunggu."

Trand | 02:55 WIB
Tampilkan lebih banyak