Warga Korea Selatan Tinggalkan KFC dan McDonald's

Warga Korea Selatan secara perlahan meninggalkannya

ARR Vaujie M
Sabtu, 02 Juli 2022 | 18:03 WIB
Warga Korea Selatan Tinggalkan KFC dan McDonald's
suara.com

TANTRUM - Saat ini Warga Korea Selatan cenderung menyukai makanan sehat. Itu sebab mereka mulai meninggal makanan cepat saji.

Kondisi ini pun membuat banyak restoran siap saji sedang mengalami masa-masa sulitnya. Tak terkecuali restoran siap saji seperti McDonald's, KFC, dan Burger King.

Alasan ini pula yang membuat pengusaha enggan ambil alih hal menjalankan waralaba fast food. 

Jikalau ada yang tetap bertahan, menurut pakar industri mengatakan bahwa perusahaan mungkin akan kesulitan menawarkan harga lebih tinggi.

Baca Juga:Dikabarkan Dekat, Ini Alasan Celine Evangelista Jatuh Hati Sama Marshel Widianto

"Meningkatnya biaya bahan dan tenaga kerja adalah risiko besar, karena sulit bagi rantai makanan cepat saji untuk menaikkan harga demi mengimbangi kenaikan biaya mereka," kata seorang eksekutif perusahaan ekuitas swasta domestik (PEF), yang mengkhususkan diri dalam pembelian waralaba makanan dan minuman (F&B), diberitakan CNBC Indonesia dikutip dari Korea Times.

Imbas kondisi ini, menurut para analis, waralaba makanan cepat saji di Korea kini tak punya pilihan selain menjual unit usahanya tahun ini untuk menghindari kondisi pasar yang lebih buruk, setidaknya di tahun depan.

"Saya mendengar bahwa KG Group telah menyesali akuisisi KFC Korea," katanya.

Penyesalan ini berasal dari kerugian yang dialami KG Group usai ambil alih operasi dari CVC Capital Partners. Kerugian yang dialami penurunan nilai modal pada 2020.

Sementara itu, kantor pusat McDonald's di Amerika Serikat telah berusaha menjual hak untuk menjalankan restoran luar negerinya kepada perusahaan lokal sejak awal 2000-an, untuk mengurangi utang dan menerima royalti atas hak tersebut. 

Baca Juga:Hewan Ternak Sembuh dari PMK di Kalbar Diklaim Meningkat, Ini Buktinya

Perusahaan dilaporkan ingin menjual McDonald's Korea kepada investor strategis untuk operasinya yang berkelanjutan dan stabil. 

Kerugian operasional McDonald's Korea mencapai 44 miliar won pada 2019, kemudian meningkat menjadi 48,3 miliar won pada 2020, dan 27,7 miliar won pada 2021.

"Karena populasi negara yang menurun, pasar Korea tidak lagi menarik bagi McDonald's. Merek burger premium yang masuk ke pasar Korea juga menyulitkan McDonald's untuk memenangkan persaingan ketat di sini, karena lebih banyak konsumen yang lebih menyukai makanan yang terlihat lebih sehat," kata Suh Yong-gu, profesor bidang marketing di Universitas Wanita Sookmyung.

Makro

Terkini

Batu Mahpar tersebut diduga bukan dari bekas larva Gunung Galunggung

Trand | 13:09 WIB

Air mungkin dibawa ke Bumi oleh asteroid dari tepi luar tata surya

Polhukam | 12:08 WIB

Ibu Negara menggunakan pakaian asal Buton Sulawesi Tenggara.

Polhukam | 11:11 WIB

Sebelumnya Lucinta Luna pamer selfie bareng Ruben Onsu

Trand | 11:11 WIB

Kabar Tasyi Athasyia unfollow Tasya Farasya heboh di Tiktok

Trand | 10:08 WIB

Sebelumnya Verrell Bramasta diisukan gay

Trand | 09:52 WIB

Baju yang dikenakan Presiden Jokowi berupa jubah panjang warna merah dengan ornamen putih di sepanjang pinggiran jubah.

Polhukam | 09:23 WIB

Kondisi itu terjadi apabila klub Liga Primer tersebut menjual Cristiano Ronaldo

Polhukam | 09:10 WIB

800 orang telah mendaftar sebagai peserta Tour de Bintan

Polhukam | 09:08 WIB

Kira-kira berapa harga Oppo Reno 8, yuk cek di bawah ini

Korporasi | 08:46 WIB

Tessa Kaunang yang meninggal dunia itu Genesy Kaunang

Polhukam | 08:07 WIB

SoftBank berinvestasi pada GoTo, eFishery, dan Modalku melalui unit Vision Fund.

Korporasi | 07:42 WIB

Keunggulan lain yang ditawarkan ponsel Realme adalah ukuran baterainya yang besar yaitu 5.000 mAh.

Trand | 07:04 WIB

Hujan itu berintensitas sedang hingga lebat

Polhukam | 06:55 WIB

Yang dilakukan pelapor dengan menggunakan instrumen negara atau penegak hukum jelas sebagai upaya hostile take over.

Polhukam | 06:46 WIB
Tampilkan lebih banyak