Hindari Paparan Polutan agar Kesehatan Paru Terjaga

Kesehatan paru menjadi topik hangat seiring dengan pandemi Covid-19

ARR Vaujie M
Jum'at, 01 Juli 2022 | 18:25 WIB
Hindari Paparan Polutan agar Kesehatan Paru Terjaga
suara.com

TANTRUM - Penyakit paru dapat menyerang siapa saja. Ditambah saat ini masih berlangsung pandemi Covid-19.

Terutama, mereka yang memiliki gaya hidup tidak sehat. Seperti perokok aktif juga bagi yang sering terpapar asap rokok, mudah terkena penyakit Bronchitis Kronis dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik).

Kelompok rentan lainnya dicuplik dari suara.com, yaitu mereka yang aktivitasnya sering terpapar debu atau zat kimia dalam waktu lama. 

Dampaknya dapat mengalami iritasi dan peradangan pada paru karena debu dan zat kimia bisa masuk ke saluran pernafasan. Sehingga menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Baca Juga:Subsidi Bengkak, Anggaran Belanja Negara Naik Hingga Rp3.169 Triliun

Mereka yang tinggal di daerah perkotaan rentan terpapar polusi udara dari emisi gas buang kendaraan, asap pembakaran sampah, dan pabrik serta asap dan uap dari dapur.

"Jangan remehkan penyakit paru walau beberapa penyakit masih bisa disembuhkan, seperti infeksi Bronchitis akut, Pneumonia, ISPA, TB. Tetapi, tingkat kesembuhan atau keparahan pasien dipengaruhi oleh sistem imun, usia, dan keberadaan penyakit penyerta (komorbiditas)," kata Senior Manager Medical Underwriter Sequis, dr. Fridolin Seto Pandu ditulis Jumat, 1 Juli 2022.

Ada juga penyakit paru yang kemungkinannya untuk sembuh sangat sedikit, karena sudah terjadi dalam jangka panjang. 

Jenis pengobatan dan masa pengobatan tergantung tingkat kritisnya. Jika pun dapat sembuh, kemungkinan sudah terdapat penurunan dari fungsi paru tersebut. Seperti, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis) atau kanker paru.

Penyebab utama penyakit ini dapat berbeda-beda tapi umumnya terjadi karena merokok dalam jangka waktu lama (tahunan) dan terpapar polusi udara menahun.

Baca Juga:Daftar Harga Hewan Qurban 2022 untuk Idul Adha, Sapi dan Kambing Berapa?

Lalu, bagaimana cara terbaik menjaga kesehatan paru? Nenurut dr. Fridolin, pastinya dengan menghindari penyebab penyakit-penyakit tersebut.

“Jangan tidur di lantai tanpa alas, sebaiknya berhenti merokok, dan hindari asap rokok serta paparan polutan lainnya. Baik juga jika tidak bepergian pada malam hari atau jika tidak dapat dihindari maka gunakan pelindung yang aman, seperti pakaian lebih tebal atau jaket saat berkendara. Gunakan juga masker KN95 atau KF94 saat di ruang publik,“ ujar Fridolin.

Fridolin juga menyarankan masyarakat menjaga kebersihan udara di rumah dengan membersihkan pendingin, jendela, ventilasi, dan memastikan sirkulasi udara di rumah tetap lancar.

Kebersihan diri juga penting diperhatikan, misalnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terutama sebelum, sesudah makan, dan setelah buang air. 

Fridolin mengingatkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan imunitas sehingga perlu aktif bergerak, rutin berolahraga, dan menyeimbangkan waktu bekerja dengan beristirahat, memperhatikan asupan gizi serta menghindari stres berlebih.

Namun penting juga diingat, meski kita sudah menjaga kesehatan dengan baik, ada banyak faktor luar yang masih dapat mengganggu kerja sistem paru. 

Faktor luar ini tidak dapat kita kontrol. Misalnya saja, penyebaran polusi yang semakin tinggi sementara Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin sedikit.

Jangan lupa pula dalam dua tahun terakhir masih pandemi Covid-19. Virus ini dapat mengganggu sistem pernafasan dengan tingkat keparahan yang berbeda pada penderitanya.

Pasien yang sudah sembuh pun ada yang masih merasakan gejala Covid-19 dalam jangka waktu lama (long covid) yang menyerang otak dan paru-paru.

Itu sebabnya, mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit paru harus ekstra waspada terkena infeksi Covid-19, karena berisiko memperparah penyakit paru yang ada dan butuh penanganan medis.

Trand

Terkini

Kedatangan Jokowi langsung disambut oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPD RI LaNyalla Mattaliti.

Polhukam | 09:53 WIB

Token ASIX pada tahap penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) tidak masuk kriteria

Makro | 09:03 WIB

Seperti kemarin, hujan akan turun disertai kilat atau petir

Polhukam | 07:58 WIB

Pengukuhan 68 Anggota Paskibraka 2022 tersebut digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta

Polhukam | 07:16 WIB

Sidang pada tahun ini digelar secara langsung setelah dalam dua tahun dilakukan secara terbatas dan singkat.

Polhukam | 07:12 WIB

Harga jual Pertalite ini tengah dihitung pihak berwenang

Makro | 06:51 WIB

Menurut pengakuan korban, pelecehan seksual di dalam bus TransJakarta itu terjadi hari Jumat (12/8) pekan lalu.

Polhukam | 06:06 WIB

Serupa dengan Mariana, kuasa hukumnya Haji Amir melayangkan permintaan maaf

Polhukam | 05:47 WIB

Pernyataan Gus Samsudin muncul terkait rencana master Limbad untuk mempertemukan Gus Samsudin dengan Marcel Radhival alias Pesulap Merah. Limbad bersama Denny Darko mau mengajak mereka menyelesaikan masalah.

Polhukam | 05:04 WIB

Program 5.000 Wirausaha Baru dan 1.000 Perempuan Pengusaha ditargetkan terpenuhi dalam tiga tahun dari sekarang.

Korporasi | 04:03 WIB

Dara mengaku sudah dari jauh hari berlatihan bersama anggota paskibraka lainnya menjelang HUT Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Balai Kota Bandung nantinya.

Polhukam | 02:02 WIB

Paskibraka lahir bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, pada Jumat, 17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 WIB.

Polhukam | 23:59 WIB

Karyawan Alfamart melihat ibu-ibu mengutil cokelat. Karyawan lalu merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Ibu-ibu tidak terima.

Polhukam | 22:50 WIB

Kini, koperasi kebal sudah memiliki 660 orang yang bergabung menjadi anggota, saling berbagi dan meringankan beban satu sama lain.

Korporasi | 22:01 WIB

Review buruk One Piece Film Red di Jepang tanda penggemar sedikit kecewa

Trand | 21:33 WIB
Tampilkan lebih banyak