Penjualan Lintas Negara di E-Commerce Tidak Bikin Untung Negara

Selain membatasi praktik cross-border selling, secara pararel pemerintah juga perlu mendukung pelaku UMKM dalam meningkatkan kemampuannya.

ARR Vaujie M
Rabu, 29 Juni 2022 | 12:44 WIB
Penjualan Lintas Negara di E-Commerce Tidak Bikin Untung Negara
suara.com

TANTRUM - Pemerintah harus memberikan ruang kepada pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dengan membatasi atau mengatur penjualan lintas negara melalui platform e-dagang sebaiknya diatur oleh 

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Nining Indroyono Soesilo, mengatakan, cross-border selling membuat UMKM kesulitan bersaing, praktik cross-border di e-dagang juga tidak berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pemerintah juga tidak mendapatkan keuntungan karena negara juga tidak dapat memungut pajak," kata Nining di Jakarta pada Selasa, 28 Juni 2022.

Nining menyambut baik rencana pemerintah untuk membatasi penjualan produk dari luar negeri yang difasilitasi e-dagang asing. Kebijakan tersebut akan sangat baik bagi pelaku UMKM lokal dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan penjualan. 

Baca Juga:Gubernur Jabar Sebut Kewenangan Setiap Daerah Tindak Tegas Holywings

Menurut Nining, selain membatasi praktik cross-border selling, secara pararel pemerintah juga perlu mendukung pelaku UMKM dalam meningkatkan kemampuannya.

"Untuk bisa bersaing, UMKM harus bisa naik kelas dulu dan hal itu dibutuhkan proses investasi dan tahapan pembelajaran, mulai dari yang paling dasar sampai mereka expert. Jika hal itu dilakukan, usaha mereka akan terus berkembang sekaligus berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tuturnya.

Nining mengakui jika kebijakan pembatasan dilakukan guna menangkis praktik cross-border selling akan berdampak pada konsumen. Di mana, konsumen akan sulit mendapatkan produk dengan harga yang lebih murah.

Selama ini, kata ia, konsumen mendapatkan harga yang lebih murah dari adanya praktik cross-border selling di e-dagang asing. Tentu mereka akan merasa dirugikan jika ada pembatasan oleh pemerintah. 

"Karena itulah, penting sekali adanya edukasi dan kampanye kepada konsumen untuk mencintai produk-produk dalam negeri, khususnya produk dari UMKM," ungkapnya.

Baca Juga:ITB Teliti Kandungan Madu di Desa Wisata Mekarwangi

Makro

Terkini

Diabestfriends harus tahu cara cepat menurunkan gula darah

Trand | 14:07 WIB

Batu Mahpar tersebut diduga bukan dari bekas larva Gunung Galunggung

Trand | 13:09 WIB

Air mungkin dibawa ke Bumi oleh asteroid dari tepi luar tata surya

Polhukam | 12:08 WIB

Ibu Negara menggunakan pakaian asal Buton Sulawesi Tenggara.

Polhukam | 11:11 WIB

Sebelumnya Lucinta Luna pamer selfie bareng Ruben Onsu

Trand | 11:11 WIB

Kabar Tasyi Athasyia unfollow Tasya Farasya heboh di Tiktok

Trand | 10:08 WIB

Sebelumnya Verrell Bramasta diisukan gay

Trand | 09:52 WIB

Baju yang dikenakan Presiden Jokowi berupa jubah panjang warna merah dengan ornamen putih di sepanjang pinggiran jubah.

Polhukam | 09:23 WIB

Kondisi itu terjadi apabila klub Liga Primer tersebut menjual Cristiano Ronaldo

Polhukam | 09:10 WIB

800 orang telah mendaftar sebagai peserta Tour de Bintan

Polhukam | 09:08 WIB

Kira-kira berapa harga Oppo Reno 8, yuk cek di bawah ini

Korporasi | 08:46 WIB

Tessa Kaunang yang meninggal dunia itu Genesy Kaunang

Polhukam | 08:07 WIB

SoftBank berinvestasi pada GoTo, eFishery, dan Modalku melalui unit Vision Fund.

Korporasi | 07:42 WIB

Keunggulan lain yang ditawarkan ponsel Realme adalah ukuran baterainya yang besar yaitu 5.000 mAh.

Trand | 07:04 WIB

Hujan itu berintensitas sedang hingga lebat

Polhukam | 06:55 WIB
Tampilkan lebih banyak