Akhir Juni 2022, Satelit Surya Besutan Indonesia Dikirim ke Jepang

Satelit Surya ini akan diluncurkan ke ruang angkasa oleh Jepang Oktober 2022

ARR Vaujie M
Senin, 27 Juni 2022 | 10:43 WIB
Akhir Juni 2022, Satelit Surya Besutan Indonesia Dikirim ke Jepang
brin.go.id

TANTRUM - Surya satelit atau Surya Satellite-1 (SS-1) milik Indonesia siap dikirimkan ke Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) di Tsukuba, Jepang pada 29 Juni 2022.

Peluncurannya sendiri bakal dilakukan pada Oktober 2022. Sementara pelepasan satelit dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dilakukan pada November 2022 mendatang.

Setelah melalui tahap akhir yakni assembly, integration, dan serangkaian test, satelit yang dikembangkan oleh Surya University dengan dukungan dan supervisi ahli dari Pusat Riset Teknologi satelit, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dinyatakan siap mengangkasa.

"Selesainya satelit ini menjadi bukti dari konsistensi para mahasiswa dan pihak-pihak pendukungnya termasuk BRIN. Harapannya kedepan satelit nano dan mikro tidak hanya dari BRIN, tetapi juga muncul dari seluruh Indonesia. SS-1 ini menjadi titik awal untuk membangun kepercayaan diri bahwa Indonesia mampu, sehingga akan muncul satelit-satelit lainnya," Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR PA), Dr. Robertus Heru Triharjanto, ditulis Senin, 27 Juni 2022.

Baca Juga:Beli Minyak Goreng Curah Rp14.000 Per Liter Wajib Pakai NIK Atau PeduliLindungi, Bagaimana Caranya?

Heru menjelaskan bahwa satelit ini menjadi pionir satelit nano di Indonesia. Proyek ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), PT Pudak Scientific, PT Pasifik Satelit Nusantara dan pemangku kepentingan lainnya.

Satelit ini diluncurkan menggunakan salah satu dari dua opsi kargo luar angkasa, antara lain roket SpaceX Dragon atau Cygnus NG18. 

Opsi ini mengerucut setelah H-II Transfer Vehicle (HTV) tak lagi masuk daftar kargo luar angkasa.

Heru menambahkan, BRIN hadir sebagai fasilitator untuk mendukung perkembangan riset di Indonesia. 

Melalui kedeputian Fasilitasi Riset dan Inovasi juga membuka kesempatan seluas-luasnya pada berbagai pihak melalui berbagai skema pendanaan yang disediakan.

Baca Juga:Sensasi Industrial Minimalis, 4 Coffe Shop Ini Wajib Dicoba saat Berkunjung ke Medan

“Kedepan tidak hanya mengandalkan BRIN, tetapi juga saling mendukung dengan berbagai komunitas di Indonesia. Sehingga Indonesia tidak hanya menjadi negara pengguna, tetapi juga sebagai penyedia,” kata Heru.

Tim SS-1 akan membawa satelit melalui penerbangan udara dari Indonesia menuju Jepang. Serah terima ini dilakukan setelah JAXA menyetujui safety document report.

Anggota tim SS-1, M. Zulfa Dhiyaulfaq menjelaskan bahwa Proyek SS-1 dimulai pada 2016 silam, diawali dengan Workshop Ground Station bersama Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Mockup model satelit pun rampung pada tahun 2018 dengan misi komunikasi amatir.

“Enam tahun bukanlah waktu yang singkat, pembuatan satelit ini tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat,” terang Zulfa.

Anggota tim lainnya, Hery Steven Mindarno menjelaskan, setibanya di Jepang satelit akan diinspeksi dan diintegrasikan dengan peluncur. 

SS-1 harus melalui proses acceptance procedure untuk memastikan satelit tiba dengan selamat dan tidak terkendala selama proses pengiriman. 

SS-1 juga akan melalui prosedur instalasi satelit di JSSOD (JEM Small Satellite Orbital Deployer). 

JSSOD adalah modul peluncur yang akan digunakan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk proses pelepasan satelit ke orbitnya.

“Hingga waktu peluncuran tiba, satelit harus dipastikan tersimpan dalam kondisi bersih, tidak menyala, dan tersimpan di clean room agar tetap dapat berfungsi dengan baik,” tutur Hery.

Sebelumnya Tim SS-1 melakukan satellite fit check test di Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN. Pengujian ini dilakukan guna memastikan ukuran satelit agar sesuai dengan ukuran JSSOD.  Pengujian tersebut juga digunakan untuk memastikan tidak ada interferensi mekanik.

Sharp-edge test juga sudah dilakukan untuk memastikan tidak ada sisi luar satelit yang tajam dan berpotensi melukai astronaut. 

SS-1 juga sudah lolos dalam berbagai pengujian seperti functional test, vacuum test, thermal test, vibration test, battery test, maupun payload and communication test.

“Jepang ini memiliki persyaratan yang bisa dibilang lebih rumit dibandingkan negara-negara peluncur lainnya,” jelas Hery.

Hery menjelaskan bahwa Surya Satellite-1 termasuk jenis satelit nano atau cubesat. Secara sederhana satelit ini adalah satelit yang beratnya kurang dari 10 kilogram. 

Namun masih banyak kriteria lain yang harus dipenuhi agar satelit masuk dalam jenis satelit ini. Satelit ini diperkirakan akan melintasi wilayah Indonesia 4-5 kali sehari. 

Satelit ini akan mengorbit pada ketinggian 400-420 kilometer di atas permukaan bumi dengan inklinasi 51,7 derajat.

“Misi SS-1 ialah Automatic Packet Reporting System yang berfungsi sebagai media komunikasi via satelit dalam bentuk teks singkat. Teknologi ini dapat dikembangkan untuk mitigasi bencana, pemantauan jarak jauh, serta komunikasi darurat,” tukas Hery.

Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi berharap pengembangan Surya Satellite-1 ini dapat memberikan motivasi bagi pengembangan satelit di perguruan tinggi Indonesia. 

Sekaligus menunjukkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam pengembangan teknologi luar angkasa. 

“Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN dengan kemampuan, pengalaman dan fasilitas pengembangan riset satelit selama lebih dari 15 tahun, akan selalu mendukung dan menjadi enabler program pengembangan satelit di Indonesia baik yang dikembangkan perguruan tinggi, startup maupun kalangan swasta,” sebut Hasbi.

Polhukam

Terkini

Ini merupakan penampilan perdana group asal Korea Selatan ini, di Amerika Serikat untuk membawakan "PINK VENOM".

Trand | 10:02 WIB

Film ini adalah upaya terbaru Depp untuk memulai kembali karirnya setelah persidangan pencemaran nama baik terhadap mantan istrinya Amber Heard.

Trand | 09:45 WIB

Token ASIX pada tahap penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) tidak masuk kriteria

Makro | 09:03 WIB

JO1 batal tampil dalam gelaran KCON 2022 LA pada 21 Agustus 2022. Keputusan ini diambil demi memastikan keselamatan tak hanya artis tetapi juga staf dan semua pihak yang terlibat.

Trand | 08:35 WIB

Nathalie Holscher melakukannya usai resmi cerai dengan Sule

Trand | 08:07 WIB

Harga jual Pertalite ini tengah dihitung pihak berwenang

Makro | 06:51 WIB

Serupa dengan Mariana, kuasa hukumnya Haji Amir melayangkan permintaan maaf

Polhukam | 05:47 WIB

Pernyataan Gus Samsudin muncul terkait rencana master Limbad untuk mempertemukan Gus Samsudin dengan Marcel Radhival alias Pesulap Merah. Limbad bersama Denny Darko mau mengajak mereka menyelesaikan masalah.

Polhukam | 05:04 WIB

Program 5.000 Wirausaha Baru dan 1.000 Perempuan Pengusaha ditargetkan terpenuhi dalam tiga tahun dari sekarang.

Korporasi | 04:03 WIB

Dara mengaku sudah dari jauh hari berlatihan bersama anggota paskibraka lainnya menjelang HUT Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Balai Kota Bandung nantinya.

Polhukam | 02:02 WIB

Hadirnya para seniman lukisan di Jalan Braga berdampak pada munculnya bentuk ekonomi kreatif lain di sana, seperti fotografi dan kuliner.Selain itu, ia mengatakan, Abah Ropih ingin menjadikan Braga sebagai tempat pembelajaran seni.

Trand | 00:58 WIB

Paskibraka lahir bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, pada Jumat, 17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 WIB.

Polhukam | 23:59 WIB

Karyawan Alfamart melihat ibu-ibu mengutil cokelat. Karyawan lalu merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Ibu-ibu tidak terima.

Polhukam | 22:50 WIB

Kini, koperasi kebal sudah memiliki 660 orang yang bergabung menjadi anggota, saling berbagi dan meringankan beban satu sama lain.

Korporasi | 22:01 WIB

Review buruk One Piece Film Red di Jepang tanda penggemar sedikit kecewa

Trand | 21:33 WIB
Tampilkan lebih banyak