Prokes Disebut Wali Kota Bandung Redam Paparan Covid-19 Varian BA4 dan BA5

Covid-19 varian BA4 dan BA5 terdeteksi menyebar usai carian Omicron

ARR Vaujie M
Jum'at, 17 Juni 2022 | 16:01 WIB
Prokes Disebut Wali Kota Bandung Redam Paparan Covid-19 Varian BA4 dan BA5
Pixabay

TANTRUM - Protokol kesehatan (prokes) menjadi terpenting dalam menghadapi Covid-19. Terlebih kini muncul varian baru Omicron, BA4 dan BA5.

Hal itu dikatakan oleh Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Yana menegaskan dengan mejalankan prokes standar berupa memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak kemungkinan besar jauh dari paparan Covid-19.

"Dari dulu Covid-19 itu penyebarannya lewat droplet. Sebetulnya prokes minimal masker insyallah (aman)," kata Yana, Jumat 17 Juni 2022. 

Selain terus menjalankan prokes ketat dan meningkatkan kewaspadaan, Pemerintah Kota (pemkot) Bandung pun terus melaksanakan percepatan vaksinasi mulai dosisi 1 hingga dosis 3. 

Pelaksanaannya sendiri digelar tersebar di berbagai fasilitas kesehatan dan lembaga negara. Sama halnya dengan ruangan perawatan pasien Covid-19 yang telah disiagakan.

"Kita juga melengkapi vaksinnya, dosisi 1 hingga 3. Untuk rumah sakitnya tetap masih tersedia. Dari 1.700 Tempat Tidur (TT), saat ini 600 TT, yang terisi juga hanya 5 persen. Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan kita siapkan, mudah-mudahan tidak dipakai," ujar Yana. 

Menanggapai soal relaksasi, Yana mengatakan Kota Bandung masuk pada PPKM Level 1. Namun relaksasinya tidak euforia.

"Kita lihat karena saat ini masuk PPKM level 1, jadi pada saat ini relaksasinya tidak euforia. Tidak semuanya 100 persen. Saat ini rata-rata di 75 persen, kita sangat hati-hati," sebut Yana.

Peneliti dari FKKMK Universitas Gadjah Mada, dr. Gunadi, PhD, Sp.BA menjelaskan subvarian Omicron BA4 dan BA5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibanding BA1 dan BA2. 

Subvarian baru inipun tidak ada indikasi yang menyebabkan kesakitan lebih parah dibanding varian Omicron lainnya.

Subvarian BA4 dan BA5, dinilai, memiliki penurunan kemampuan terhadap terapi beberapa jenis antibody monklonal. Ia juga memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian Omicron.

"Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki banyak mutasi yang sama dengan varian Omicron asli tetapi memiliki lebih banyak kesamaan dengan varian BA.2. Kedua varian mengandung substitusi asam amino L452R, F486V, dan R493Q dalam spike receptor binding domain dibandingkan dengan BA.," katanya dilansir dari ugm.ac.id.

Sebagai antisipasi, katanya, banyak pihak segera tingkatkan booster. Tetap pakai masker di dalam ruangan, kendaraan umum, kerumunan, dan bila merasa tidak enak badan. 

Selain itu, tidak terburu-buru untuk mencabut kebijakan bermasker.

“Pokoknya tetap patuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan akan selalu diperbaharui dan tetap menjadi acuan dalam kegiatan sehari-hari," imbuhnya.

Makro

Terkini

Batu Mahpar tersebut diduga bukan dari bekas larva Gunung Galunggung

Trand | 13:09 WIB

Air mungkin dibawa ke Bumi oleh asteroid dari tepi luar tata surya

Polhukam | 12:08 WIB

Ibu Negara menggunakan pakaian asal Buton Sulawesi Tenggara.

Polhukam | 11:11 WIB

Sebelumnya Lucinta Luna pamer selfie bareng Ruben Onsu

Trand | 11:11 WIB

Kabar Tasyi Athasyia unfollow Tasya Farasya heboh di Tiktok

Trand | 10:08 WIB

Sebelumnya Verrell Bramasta diisukan gay

Trand | 09:52 WIB

Baju yang dikenakan Presiden Jokowi berupa jubah panjang warna merah dengan ornamen putih di sepanjang pinggiran jubah.

Polhukam | 09:23 WIB

Kondisi itu terjadi apabila klub Liga Primer tersebut menjual Cristiano Ronaldo

Polhukam | 09:10 WIB

800 orang telah mendaftar sebagai peserta Tour de Bintan

Polhukam | 09:08 WIB

Kira-kira berapa harga Oppo Reno 8, yuk cek di bawah ini

Korporasi | 08:46 WIB

Tessa Kaunang yang meninggal dunia itu Genesy Kaunang

Polhukam | 08:07 WIB

SoftBank berinvestasi pada GoTo, eFishery, dan Modalku melalui unit Vision Fund.

Korporasi | 07:42 WIB

Keunggulan lain yang ditawarkan ponsel Realme adalah ukuran baterainya yang besar yaitu 5.000 mAh.

Trand | 07:04 WIB

Hujan itu berintensitas sedang hingga lebat

Polhukam | 06:55 WIB

Yang dilakukan pelapor dengan menggunakan instrumen negara atau penegak hukum jelas sebagai upaya hostile take over.

Polhukam | 06:46 WIB
Tampilkan lebih banyak