DLH Selidiki Dugaan Pencemaran di Sungai Cimeta

Beberapa orang telah diperiksa pihak berwajib

ARR Vaujie M
Rabu, 01 Juni 2022 | 11:35 WIB
DLH Selidiki Dugaan Pencemaran di Sungai Cimeta
Satgas Citarum

TANTRUM - Dugaan pencemaran yang membuat Sungai Cimeta, anak Sungai Citarum berwarna merah awal pekan ini (Senin, 30/5/2022) diselidiki oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat bersama Satuan Tugas Citarum Harum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat.

Lintas instasnsi yang berwenang itu akan mengidentifikasi asal zat warna yang sempat menggegerkan masyarakat di sepanjangan sub daerah aliran Sungai Cimeta, di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Untuk sementara, beberapa orang telah diperiksa pihak berwajib dan mengarah pada dugaan tindakan pidana yang saat ini tengah ditangani oleh Polresta Cimahi dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Lingkungan Hidup.

Adapun kondisi Sungai Cimeta setelah memerah kemarin, saat itu sudah kembali normal. Berdasarkan keterangan warga dan aparat setempat dalam kurun waktu dua jam, sungai kembali berwarna seperti semula.

"Menindaklanjuti hasil temuan lapangan hari sebelumnya, kami melakukan tindakan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) dan susur sungai lanjutan," ujar Arif Budhiyanto, Kepala Bidang Penaatan Hukum Lingkungan LH Jawa Barat ditulis Bandung, Rabu 1 Juni 2022.

Dikatakan Arif, seperti pada video yang beredar dari masyarakat dan juga di sejumlah akun media sosial, sumber pencemaran berasal dari zat pewarna yang dibungkus oleh kantong plastik  dengan kapasitas kurang lebih 30 kg dan ditemukan warga di aliran Sungai Cimeta.

Setelah ditelusuri pada pulbaket tersebut diketahui seorang warga setempat yang melakukan pembuangan langsung ke sungai atas perintah seorang warga lainnya.

"Kami mengumpulkan keterangan dari dua orang warga setempat tersebut. Pelaku pembuang mengakui membuang sumber pencemar dari bahu jalan ke sungai atas perintah seorang warga lainnya," ujarnya.

Latar belakang pembuangan sumber pencemaran adalah insiatif warga yang menyuruh pelaku karena banyaknya keluhan warga sekitar akibat material pencemar.

Namun mereka berdua tidak mengetahui isi  kantong plastik tersebut.

"Mereka juga tidak mengetahui asal usul kantong yang berisi material pencemaran,"tuturnya.

Dikatakan Arif, selain meminta keterangan dua warga tersebut pihaknya mengambil barang bukti kantong berisi material pencemar diserahkan ke DLH Jawa Barat untuk diuji di laboratorium.

Selain itu, hasil susur sungai tidak ditemukan dampak sisa pencemaran dan keluhan dari masyarakat.

"Selanjutnya akan dilakukan proses hukum lebih lanjut terkait pemenuhan unsur-unsur hukum pidana dan penetapan tersangka serta pengembangan kasus, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap dua warga setempat yang dilakukan secara kolaboratif antara DLH Jabar dan DLH KBB," kata dia.

Arif menuturkan, hasil pemeriksaan lanjutan akan menjadi dasar penetapan tersangka setelah melalui proses Gelar Perkara sesuai mekanisme Hukum Acara Pidana.

Dia menambahkan, upaya pengusutan pencemaran akan terus dilakukan agar tidak ada kasus serupa yang sengaja mencemari atau mengotori sungai kedepannya.

Makro

Terkini

Sebelumnya, batasan fitur hapus pesan hanya 1 jam 8 menit

Korporasi | 13:47 WIB

Camat Payakumbuh Timur dicopot jabatannya akibat membuat video serupa dengan Citayam Fashion Week

Trand | 13:09 WIB

Pesulap Merah menghuni rumah sederhana namun nyaman

Trand | 12:52 WIB

"Sejak awal saya sampaikan usut tuntas. Jangan ragu-ragu. Jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran apa adanya," tegas Presiden.

Polhukam | 12:04 WIB

Kiyoshi Kobayashi adalah pengisi suara Daisuke Jigen Lupin III

Polhukam | 11:48 WIB

Dakron itu disebut sebagai material aneh yang kini diidentifikasi oleh NASA

Polhukam | 11:03 WIB

Arti mimpi punya rambut gondrong yang ternyata menyimpan makna yang cukup buruk tentang kebohongan

Trand | 10:48 WIB

Dalam kasus ini, Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Polhukam | 10:02 WIB

Sementara rencana pembangunan pabrik otomotif oleh Tesla di Indonesia masih tahap negosiasi

Korporasi | 09:49 WIB

Permintaan kepada malaikat Jibril itu dilakukan untuk membiayai pembangunan rumah ibadah

Trand | 09:11 WIB

Kekuatan militer Iran berada diatas Israel yang berperingkat lebih rendah

Polhukam | 08:49 WIB

Jabatan baru Syahar Diantono ini menggantikan Ferdy Sambo yang tengah berkasus

Polhukam | 08:26 WIB

Rencananya pada hari ini LPSK ke Bareskrim Polri

Polhukam | 08:07 WIB

Satu per satu, sejumlah keterangan baru yang melingkupi misteri kasus pembunuhan Brigadir J terungkap. Antara lain, keterangan mengenai tidak adanya baku tembak.

Polhukam | 07:04 WIB

Hujan angin itu akan disertai kilat atau petir

Polhukam | 06:54 WIB
Tampilkan lebih banyak