Kenali Gejala Cacar Monyet dan Cara Mencegahnya

Cacar monyet tidak boleh dipandang sebelah mata. Perlu diketahui gejala dan cara pencegahannya.

ARR Vaujie M
Selasa, 31 Mei 2022 | 17:18 WIB
Kenali Gejala Cacar Monyet dan Cara Mencegahnya
Humas Bandung

TANTRUM - Sudah belasan negara yang melaporkan kasus cacar monyet, salah satunya Australia, tetangga Indonesia. Meski demikian, hingga Minggu (29/5/2022), belum ada kasus cacar monyet yang terjadi di Indonesia. 

Namun masyarakat tetap diimbau menjaga kesehatan dan menghindari kontak dengan hewan liar demi mencegah virus ini berkembang di Indonesia.

Kepala UPT Puskesmas Ibrahim Adjie, Adnan A. Sofyan, mengatakan cacar monyet atau monkeypox sebenarnya tidak tergolong virus berbahaya yang mematikan.

"Cacar monyet serupa dengan jenis cacar lainnya. Namun, memang cacar monyet termasuk penyakit zoonis, artinta dapat menular dari hewan ke manusia," jelas dr Adnan, baru-baru ini.

Hewan yang menularkan virus cacar ini berasal dari hewan liar seperti monyet dan hewan pengerat. Penularan dari hewan ini bisa terjadi akibat luka cakar atau gigitan, dan jika seseorang sembarangan mengonsumsi daging hewan liar.

Penularan cacar monyet bisa lewat udara, air liur, atau kulit ke kulit. Mirip cacar lainnya, virus ini menyerang semua orang, tapi hanya orang dengan kekebalan tubuh kurang yang akan terjangkit.

Adnan mengatakan gejalanya cacar monyet cenderung lebih ringan dan mirip dengan cacar lainnya, antara lain, demam menggigil, ruam atau bintik kemerahan di kulit, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot dan sendi, panas dingin, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening.

"Cacar ini cenderung bisa sembuh sendiri. Untuk vaksin khususnya, belum ada sampai saat ini," ujarnya.

Meski belum ada kasusnya di Kota Bandung, tapi Adnan menuturkan, potensi penyebarannya bisa saja terjadi. Terlebih penyebaran cacar air ini juga lebih tinggi melalui udara.

"Untuk mencegahnya, selain hindari kontak dengan hewan liar, kita juga harus jaga asupan nutrisi. Istirahat yang cukup, tingkatkan kekebalan tubuh dengan olahraga. Lalu hindari juga orang yang terindentifikasi gejala cacar monyet," imbuhnya.

Penyakit yang disebabkan virus ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958 di Kopenhagen, Denmark. Sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970 di Republik Kongo, Afrika.

Bedanya antara gejala cacar monyet dengan cacar biasa adalah pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati). Masa inkubasinya (waktu dari infeksi hingga gejala) biasanya 7-14 hari. Namun, dapat berkisar antara 5-21 hari.

Trand

Terkini

Dakron itu disebut sebagai material aneh yang kini diidentifikasi oleh NASA

Polhukam | 11:03 WIB

Dalam kasus ini, Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Polhukam | 10:02 WIB

Sementara rencana pembangunan pabrik otomotif oleh Tesla di Indonesia masih tahap negosiasi

Korporasi | 09:49 WIB

Kekuatan militer Iran berada diatas Israel yang berperingkat lebih rendah

Polhukam | 08:49 WIB

Jabatan baru Syahar Diantono ini menggantikan Ferdy Sambo yang tengah berkasus

Polhukam | 08:26 WIB

Rencananya pada hari ini LPSK ke Bareskrim Polri

Polhukam | 08:07 WIB

Dalam peraturan tersebut Komponen Biaya pembentuk tarif terdiri dari Biaya Langsung dan Tidak Langsung,

Makro | 07:48 WIB

Pada 2023, pemerintah masih akan berupaya untuk menstabilisasi harga barang di pasar, terutama yang terdampak ketidakpastian ekonomi global

Makro | 07:13 WIB

Satu per satu, sejumlah keterangan baru yang melingkupi misteri kasus pembunuhan Brigadir J terungkap. Antara lain, keterangan mengenai tidak adanya baku tembak.

Polhukam | 07:04 WIB

Hujan angin itu akan disertai kilat atau petir

Polhukam | 06:54 WIB

Persib Bandung kalah lagi dan meneruskan puasa kemenangan di awal musim Liga 1 2022

Polhukam | 06:27 WIB

Bazar Bayar dengan sampah meriahkan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kota Bandung. Rangkaian kegiatan diusung dalam Great Bandung.

Makro | 06:06 WIB

Wakil Wali Kota Petaling Jaya, Sharipah Marhaini menyatakan, bakal bekerja sama dengan Pemkot Bandung untuk mengembangkan program Smart City di Petaling Jaya.

Korporasi | 05:09 WIB

Rumah Susun Cisaranten Bina Harapan akan dibangun di atas lahan sekitar 3,2 hektare milik Kementerian PUPR.

Makro | 04:03 WIB

Ridwan Kamil meninjau pembangunan underpass Dewi Sartika, Depok. Warga tidak usah ada lagi menunggu kereta lewat karena ada jalan underpass.

Makro | 03:01 WIB
Tampilkan lebih banyak