Kominfo dan KPK Lakukan Integrasi Aplikasi Aduan Korupsi

Pelaksanaan penanganan aduan terintegrasi mengutamakan kerahasiaan agar penanganan tindakan korupsi tetap optimal.

ARR Vaujie M
Senin, 30 Mei 2022 | 07:42 WIB
Kominfo dan KPK Lakukan Integrasi Aplikasi Aduan Korupsi
(kominfo.go.id)

TANTRUM - Kementerian Komunikasi dan Informatika menjalin kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk meningkatkan efektivitas dalam menangani aduan tindak pidana korupsi.

Perjanjian Kerja Sama ini bertujuan untuk membangun dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi penanganan pengaduan terintegrasi secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Inspektur Jenderal Kominfo, Doddy Setiadi, pelaksanaan penanganan aduan terintegrasi mengutamakan kerahasiaan agar penanganan tindakan korupsi tetap optimal.

"Ini jadi dasar bagi Kominfo dan KPK untuk melakukan integrasi aplikasi WBS antar kedua lembaga. Tentu saja dengan mengutamakan kerahasiaan dalam rangka optimalisasi pemberantasan tindak pidana korupsi di lingkungan Kementerian Kominfo," kata Doddy.

Perjanjian kerja sama tersebut mengatur penyusunan dan/atau penguatan aturan internal terkait penanganan pengaduan; komitmen penanganan pengaduan; penanganan pengaduan melalui aplikasi; koordinasi dan kegiatan bersama penanganan pengaduan; dan pertukaran data dan/atau informasi terkait penanganan pengaduan.

Kerja sama kedua lembaga ini berlaku selama lima tahun setelah ditandatangani. Mereka bisa memperpanjang kolaborasi ini sesuai kesepakatan.

Kerja sama ini adalah bagian dari reformasi birokrasi Kemkominfo khususnya area penguatan pengawasan dan juga sebagai tindak lanjut dari SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 22 Tahun 2021 tentang Peningkatan Integritas Aparatur Sipil Negara tanggal 9 September 2021.

"Ada amanat untuk setiap kementerian yang telah memiliki aplikasi WBS agar mengintegrasikan dengan aplikasi WBS Tipikor KPK," kata Doddy.

Penerapan aplikasi WBS Kominfo sesuai dengan Pedoman Menkominfo Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Pengaduan Masyarakat dan Penanganan Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) yang memfasilitasi pengaduan dari orang dalam/internal Kemkominfo melalui aplikasi berbasis website (wbs.kominfo.go.id).

Aplikasi yang terintegrasi dengan KPK ini diharapkan bisa lebih efektif dalam menangani aduan tindak pidana korupsi, baik yang berasal dari dalam Kominfo maupun dari luar.

Deputi Bidang Informasi dan Data KPK, Mochamad Hadiyana mengapresiasi Kementerian Kominfo yang telah menginisiasi penandatangan PKS. Pemberantasan korupsi baik melalui pencegahan maupun penindakan pidana tidak bisa dilakukan sendiri oleh KPK, kata Hadiyana.

“KPK memerlukan peran serta dari seluruh elemen bangsa. Termasuk juga partisipasi atau peran serta dari instansi-instansi pemerintahan pusat maupun daerah, di provinsi, kabupaten dan kota serta masyarakat Indonesia secara umum,” kata Hadiyana.

Lembaga antirasuah tersebut sejak 2020 menjajaki integrasi WBS KPK dengan yang ada di berbagai instansi demi efisiensi pemrosesan dan penanganan aduan. Saat ini, laporan melalui surat-menyurat memerlukan waktu yang lebih lama sehingga mereka berupaya mengintegrasikan sistem WBS. 

"Saat ini sudah ada 18 kementerian yang bekerja sama dengan KPK, dua lembaga non-kementerian, tujuh pemerintah provinsi, 29 Badan Usaha Milik Negara dan dua Badan Usaha Milik Daerah," katanya. 

Polhukam

Terkini

Dalam keyakinan Jawa, Khodam leluhur pada dasarnya diwariskan dari para tetua (pendahulu) kepada keturunannya.

Trand | 22:34 WIB

Produksi ini hasil kerja sama antara Erajaya Group dengan Nokia

Korporasi | 20:41 WIB

Matahari kehilangan energi bersamaan kehilangan massa

Trand | 17:37 WIB

Buntut dari kasus pembunuhan Brigadir Yosua

Polhukam | 15:47 WIB

Kim Seokjin alias Jin menyibukan diri dengan profesi barunya sebagai karyawan

Trand | 15:04 WIB

Tea set yang hampir mirip dengan milik Raffi Ahmad dibanderol seharga sekitar Rp19 juta di situs resmi Hermes

Trand | 14:52 WIB

Salman Rushdie adalah penulis yang pernah dikecam oleh dunia Muslim karena dianggap menghina Nabi Muhammad

Polhukam | 13:32 WIB

Dittipidum Bareskrim Polri telah menggugurkan laporan dugaan pelecehan yang dilaporkan oleh Putri Candrawathi

Polhukam | 12:41 WIB

Kanker paling umum keenam yang terjadi pada wanita

Trand | 12:05 WIB

Virus polio ini menyebar diam-diam di antara orang-orang yang tidak divaksinasi

Polhukam | 11:46 WIB

"Merdeka Indonesia, Merdeka dari Jalan Rusak"

Polhukam | 11:03 WIB

Jeroan memang memicu berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering

Trand | 10:56 WIB

Baby Izz pulang ke Indonesia di usianya yang kini menginjak empat bulan

Trand | 10:15 WIB

Desy Ratnasari belum memilih satu di antaranya

Trand | 09:57 WIB
Tampilkan lebih banyak