KPU Jabar Butuh 1 Juta Petugas Pada Pemilu Serentak 2024

Terbanyak dibutuhkan di tempat pemungutan suara (TPS).

ARR Vaujie M
Minggu, 29 Mei 2022 | 16:20 WIB
KPU Jabar Butuh 1 Juta Petugas Pada Pemilu Serentak 2024
suara.com

TANTRUM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat membutuhkan 1 juta petugas pada pelaksanaan  tahapan pemilu kepala daerah (pilkada) serentak dan pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Menurut Ketua KPU Jawa Barat Rifki Ali Mubarok kebutuhan petugas pemilu itu terbanyak dibutuhkan adalah di tempat pemungutan suara (TPS).

"Kita kalau dalam setiap pemilihan (pilkada) jumlah TPS-nya itu sekitar 97 ribuan. Tapi kalau pemilu bisa saja jumlah TPS menjadi lebih dari 100 ribu. Kalau 97 ribu TPS kali tujuh orang kan gitu ya," ujar Rifki ditulis Bandung, Minggu, 29 Mei 2022.

Rifki mengatakan selain di TPS, kebutuhan petugas pemilu yang banyak adalah di tingkat kelurahan, desa dan kecamatan. 

Rifli memperkirakan otoritasnya akan mengalami kesulitan jika gelaran pemilu masih dalam kondisi pandemi. 

"Masalah kesehatannya harus diteliti lagi, dimungkinkan ada batasan usia untuk petugas pemilu. Seperti yang pernah dilakukan pada pemilihan 2020 lalu yaitu 50 tahun," kata Rifki.

Rifki mengaku saat ini banyak petugas pemilu yang usianya diatas 50 tahun. Bahkan ada yang usianya 70 tahun. 

Sedangkan untuk petugas pemilu di KPU provinsi dan daerah diklaim oleh Rifki dalam kondisi prima.

"Ada beberapa yang meninggal petugas kita selama pandemi. Namun bukan karena penyakit corona. Selebihnya sehat tidak ada yang terpapar," ungkap Rifki.

Sebelumnya, Rifki menerangkan tengah mengutamakan persiapan sumber daya manusia (SDM) atau petugas pemilu pada saat tahapan pemilu presiden 14 Februari 2024 dan pemilu serentak kepala daerah November 2024. 

"Kita punya pengalaman Pemilu 2019 kemarin ketika pemilu serentak pertama dilaksanakan petugas di tingkat TPS kemudian kelurahan dan desa, tingkat kecamatan banyak yang mengalami sakit, kelelahan bahkan ada yang sampai meninggal dunia," ucap Rifki.

Rifki menjelaskan diutamakannya persiapan petugas pemilu ini gunanya agar seluruh tahapan pemilu mendatang sukses dan tidak merugikan penyelenggara secara non material.

Rifki menambahkan setiap calon atau petugas pemilu yang sudah ada harus siap dan mampu menjalankan keseluruhan proses demokrasi tersebut.

"Ada yang siap tapi tidak mau atau ada yang mau tapi tidak siap. Tentunya soal konsolidasi di internal dan eksternal. Bahasa kita adalah 'babarengan' menghadapi dua pemilu besar ini harus kolaborasi," kata Rifki.

Alasannya ucap Rifki, dua agenda demokrasi itu dalam skala besar dipastikan sangat berpeluang muncul narasi negatif, politisasi SARA (suku, agama, ras, antar golongan) dan politik identitas.

Semuanya itu kerap kali mengganggu proses tahapan pemilu. Sehingga diperlukan petugas pemilu yang prima.

"Tentunya ini harus kita persiapkan sejak awal. Kita sudah pastikan pemilu nanti dilakukan serentak pada tahun yang sama yaitu pemilihan presiden dan pemilu kepala daerah di Jawa Barat," tutur Rifki. 

Sebelumnya DPR RI, pemerintah pusat dan penyelenggara pemilu menyepakati jadwal pemungutan suara Pemilu 2024 dilaksanakan pada 14 Februari 2024. 

Makro

Terkini

Apabila kalian mengalami masalah dan membutuhkan solusi, cara yang cukup ampuh adalah dengan melakukan aktivitas mandi pagi dengan menggunakan air dingin.

Trand | 06:11 WIB

Meski sudah 77 tahun merdeka, namun kemerdekaan itu belum dirasakan puluhan murid SDN Sukagalih di Jalan Ariawiratanudatar KM 1, Desa Mekargih, Kecamatan Cikalongkulon.

Polhukam | 05:03 WIB

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI menggelar acara pencegahan hepatitis bertajuk "Mendekatkan Akses Pengobatan Hepatitis Karena Hepatitis Tidak Dapat Menunggu."

Trand | 02:55 WIB

Sampaikan HUT Kemerdekaan RI, Presiden Joe Biden Bilang "Bhineka Tunggal Ika" mirip moto negara AS "E Pluribus Unum"

Polhukam | 00:56 WIB

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mengklaim berbagai kegiatan telah dilakukan untuk UMKM. Hasilnya, pelaku UMKM bisa meraih peningkatan omzet.

Polhukam | 22:59 WIB

Pengendara di Simpang Lima Asia Afrika, diminta untuk mematikan kendaraannya dan turun memberikan penghormatan selama diperdengarkan lagu Indonesia Raya.

Polhukam | 21:50 WIB

Risiko gejolak ekonomi global masih tinggi. Perlambatan ekonomi dunia tetap berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi domestik dalam jangka pendek.

Polhukam | 20:29 WIB

Drama Korea Unexpected Country Diary akan mulai tayang pada 5 September 2022 mendatang.

Trand | 19:10 WIB

Anjing ini hewan peliharaan pasangan gay

Polhukam | 19:02 WIB

Netizen pertanyakan anak dari pasangan yang mana

Trand | 18:49 WIB

Besok, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI)

Trand | 18:13 WIB

Doa merupakan salah satu rangkaian acara yang penting dalam upacara

Trand | 17:12 WIB

Kerupuk disimbolkan sebagai lambang kesengsaraan rakyat

Trand | 16:08 WIB

Twibbon adalah sebuah tools atau aplikasi untuk mempercantik foto di media sosial

Trand | 15:53 WIB

Sony Music merupakan label musik yang menaungi Adele dan Madison Bee

Trand | 15:30 WIB
Tampilkan lebih banyak