Atasi Kulit Kering dengan Pelembab Alami

Kulit menjadi mengering dan mudah terjadi infeksi

ARR Vaujie M
Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:39 WIB
Atasi Kulit Kering dengan Pelembab Alami
suara.com

TANTRUM - Saat ini telah memasuki musim kemarau namun kondisinya akan terjadi gangguan cuaca seperti turunnya hujan. Istilah sering digunakan terjadi hal ini adalah musim kemarau basah.

Dampak dari musim kemarau terhadap kesehatan, biasanya terjadi terhadap kulit. Kulit menjadi mengering dan mudah terjadi infeksi.

Untuk melindungi kekeringan kulit tersebut, banyak macam produk kecantikan yang mengklaim dapat mengatasinya. 

Namun, saran dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menyarankan untuk menggunakan pelembab alami saat kulit kering.

"Pelembab alami banyak seperti minyak kelapa, minyak zaitun dan minyak biji bunga matahari itu yang biasanya mudah didapat," ujar anggota Perdoski Divisi Dermatologi Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Reiva Farah Dwiyana ditulis Bandung, Sabtu, 28 Mei 2022.

Reiva menegaskan penggunaan minyak kelapa yang dihasilkan dengan menggoreng kelapa tanpa minyak (disangrai). Layaknya produksi minyak keletik, selain penggunaan lidah buaya.

Reiva bilang seluruh pelembab alami yang disebutkan, dapat digunakan terhadap kulit seluruh golongan usia. 

Termasuk kulit anak - anak atau bayi yang mengalami kulit kering saat musim kemarau.

Penggunaan berbagai pelembab yang biasa digunakan terhadap anak - anak dan bayi pada umumnya, semisal minyak telon dan sebagainya, dianggap Reiva dapat digunakan. 

Tetapi jika mengalami kulit kering, disarankan untuk digunakan ke pakaiannya usai dianginkan terlebih dahulu.

"Sebenarnya sih anak tuh enggak perlu juga pakai minyak telon, minyak kayu putih karena suka iritasi. Tapi kalau misalnya ibunya parno atau ada sugesti gitu ya, pakai ke baju saja," ucap Reiva.

Reiva mengingatkan untuk penggunaan pelembab alami terhadap anak dan bayi seperti minyak kelapa, minyak zaitun dan minyak biji bunga matahari serta lidah buaya harus lebih berhati - hati. 

Alasannya, kulit anak dan bayi yang masih sensitif bisa saja tidak cocok digunakan.

Maka dari itu, alangkah lebih baiknya para orang tua mencobanya terlebih dahulu dalam dosis yang tidak terlalu sering. Apabila terjadi iritasi, maka lebih baik dihentikan.

Trand

Terkini

Clade virus adalah nama baru monkeypox atau cacar monyet

Polhukam | 10:48 WIB

Kedatangan Jokowi langsung disambut oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPD RI LaNyalla Mattaliti.

Polhukam | 09:53 WIB

Token ASIX pada tahap penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) tidak masuk kriteria

Makro | 09:03 WIB

Seperti kemarin, hujan akan turun disertai kilat atau petir

Polhukam | 07:58 WIB

Pengukuhan 68 Anggota Paskibraka 2022 tersebut digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta

Polhukam | 07:16 WIB

Sidang pada tahun ini digelar secara langsung setelah dalam dua tahun dilakukan secara terbatas dan singkat.

Polhukam | 07:12 WIB

Harga jual Pertalite ini tengah dihitung pihak berwenang

Makro | 06:51 WIB

Menurut pengakuan korban, pelecehan seksual di dalam bus TransJakarta itu terjadi hari Jumat (12/8) pekan lalu.

Polhukam | 06:06 WIB

Serupa dengan Mariana, kuasa hukumnya Haji Amir melayangkan permintaan maaf

Polhukam | 05:47 WIB

Pernyataan Gus Samsudin muncul terkait rencana master Limbad untuk mempertemukan Gus Samsudin dengan Marcel Radhival alias Pesulap Merah. Limbad bersama Denny Darko mau mengajak mereka menyelesaikan masalah.

Polhukam | 05:04 WIB

Program 5.000 Wirausaha Baru dan 1.000 Perempuan Pengusaha ditargetkan terpenuhi dalam tiga tahun dari sekarang.

Korporasi | 04:03 WIB

Dara mengaku sudah dari jauh hari berlatihan bersama anggota paskibraka lainnya menjelang HUT Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Balai Kota Bandung nantinya.

Polhukam | 02:02 WIB

Paskibraka lahir bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, pada Jumat, 17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 WIB.

Polhukam | 23:59 WIB

Karyawan Alfamart melihat ibu-ibu mengutil cokelat. Karyawan lalu merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Ibu-ibu tidak terima.

Polhukam | 22:50 WIB

Kini, koperasi kebal sudah memiliki 660 orang yang bergabung menjadi anggota, saling berbagi dan meringankan beban satu sama lain.

Korporasi | 22:01 WIB
Tampilkan lebih banyak