Banyak Penyakit Muncul, Pemprov Jabar Kampanye Tiga Program Kesehatan

Disebutkan bahwa 40 persen masalah kesehatan adalah terkait dengan lingkungan.

ARR Vaujie M
Selasa, 24 Mei 2022 | 07:27 WIB
Banyak Penyakit Muncul, Pemprov Jabar Kampanye Tiga Program Kesehatan
Biro Adpim Jabar

TANTRUM - Pemerintah Jawa Barat kini tengah gencar menyosialisasikan tiga program kesehatan.

Diantaranya adalah sosialisasi Protokol Kesehatan (Prokes), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pembagian tablet tambah darah.

"Seiring pandemi COVID-19 yang angka penularannya terkendali, ditambah pemerintah pusat yang telah memberi kelonggaran terhadap pemakaian masker di luar ruangan, masyarakat diharapkan tidak terlena," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja ditulis Bandung, Selasa, 24 Mei 2022.

Setiawan mengatakan kewaspadaan harus tetap diperkuat supaya kestabilan tetap terjaga.

Setiawan menuturkan berdasarkan teori HL Blum disebutkan bahwa 40 persen masalah kesehatan adalah terkait dengan lingkungan.

"Sedangkan 30 persen dari perilaku, 20 persen terpengaruh dari sarana kesehatan, dan 10 persen faktor genetik atau keturunan," kata Setiawan.

Setiawan meminta seluruh kelompok masyarakat agar mewaspadai sejumlah masalah soal kesehatan.

Antara lain yang berpotensi terjadi pemaparan di Provinsi Jawa Barat adalah penyakit infeksi, dan penyakit emerging yang muncul dan menyerang suatu populasi.

"Penyakit re-emerging atau penyakit yang telah ada sebelumnya dan muncul kembali. Sehingga menyerang suatu populasi namun meningkat dengan sangat cepat," ucap Setiawan.

Setiawan menuturkan pemicu terjadinya re-emerging atau penyakit yang tadinya sudah tidak muncul kemudian muncul lagi yaitu fenomena perubahan iklim.

Setiawan mengaku langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan Jawa Barat roadshow protokol kesehatan menjadi penting ketika masyarakat mulai euforia terkait pelonggaran protokol kesehatan (prokes).

"Justru tentang kewaspadaan harus lebih diingatkan kembali," ungkap Setiawan.

Penyakit lain juga yang belum sepenuhnya teratasi ucap Setiawan, semisal COVID-19 tetap perlu diwaspadai.

Meski sekarang ini pemerintah sudah memperbolehkan di luar ruangan diperbolehkan lepas masker.

"COVID-19 belum benar- benar mereda, saat ini pun muncul penyakit lain. Seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi. Ditambah isu munculnya virus lain seperti Virus Hendra," jelas Setiawan.

Otoritasnya kini terus memantau kesehatan hewan tersebut apalagi sebentar lagi ada Idul Adha.

Setiawan meminta Dinas Kesehatan Jawa Barat agar Kabupaten Pangandaran sebagai daerah awal yang disasar program sosialisasi kesehatan, menjadi contoh daerah lain kampanye ini.

"Dinkes Jabar dan jajaran harus terus menginisiasi karena ini belum berakhir, jadi harus tetap waspada. Dimanapun dan  kapan pun, yang penting adalah kita konsisten dengan apa yang dilakukan," tegas Setiawan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Nina Susana Dewi menuturkan, tujuan otoritasnya berkegiatan di wilayah Kabupaten Pangandaran adalah melaksanakan sosialisasi, edukasi terkait prokes secara promotif dan preventif.

Kabupaten Pangandaran dipilih karena merupakan kawasan wisata di Jawa Barat yang paling banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Mengapa Pangandaran? Karena merupakan tempat wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Tujuan umumnya mensosialisasikan PHBS, Germas, juga pemberian tablet tambah darah," tukas Nina. 

Trand

Terkini

Token ASIX pada tahap penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) tidak masuk kriteria

Makro | 09:03 WIB

Seperti kemarin, hujan akan turun disertai kilat atau petir

Polhukam | 07:58 WIB

Pengukuhan 68 Anggota Paskibraka 2022 tersebut digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta

Polhukam | 07:16 WIB

Sidang pada tahun ini digelar secara langsung setelah dalam dua tahun dilakukan secara terbatas dan singkat.

Polhukam | 07:12 WIB

Harga jual Pertalite ini tengah dihitung pihak berwenang

Makro | 06:51 WIB

Menurut pengakuan korban, pelecehan seksual di dalam bus TransJakarta itu terjadi hari Jumat (12/8) pekan lalu.

Polhukam | 06:06 WIB

Serupa dengan Mariana, kuasa hukumnya Haji Amir melayangkan permintaan maaf

Polhukam | 05:47 WIB

Pernyataan Gus Samsudin muncul terkait rencana master Limbad untuk mempertemukan Gus Samsudin dengan Marcel Radhival alias Pesulap Merah. Limbad bersama Denny Darko mau mengajak mereka menyelesaikan masalah.

Polhukam | 05:04 WIB

Program 5.000 Wirausaha Baru dan 1.000 Perempuan Pengusaha ditargetkan terpenuhi dalam tiga tahun dari sekarang.

Korporasi | 04:03 WIB

Dara mengaku sudah dari jauh hari berlatihan bersama anggota paskibraka lainnya menjelang HUT Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Balai Kota Bandung nantinya.

Polhukam | 02:02 WIB

Paskibraka lahir bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, pada Jumat, 17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 WIB.

Polhukam | 23:59 WIB

Karyawan Alfamart melihat ibu-ibu mengutil cokelat. Karyawan lalu merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Ibu-ibu tidak terima.

Polhukam | 22:50 WIB

Kini, koperasi kebal sudah memiliki 660 orang yang bergabung menjadi anggota, saling berbagi dan meringankan beban satu sama lain.

Korporasi | 22:01 WIB

BPOM mendapat dukungan untuk melakukan pelabelan kemasan galon BPA semakin menguat. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jujur di label kemasan.

Polhukam | 20:16 WIB

"Kalau ngomong jujur-jujuran, dalam hati terdalam, gue belum ada pikiran ke arah sana," ungkap Boy.

Trand | 20:07 WIB
Tampilkan lebih banyak